Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan tata kelola perusahaan dan restrukturisasi bisnis semakin menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Perusahaan yang mampu memperbaiki fundamental usaha, meningkatkan efisiensi operasional, dan menciptakan sumber pertumbuhan baru memiliki peluang lebih besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik kepercayaan investor.
Salah satu perusahaan yang menjalankan strategi tersebut adalah PT Intikeramik Alamasri Industri (IKAI). Emiten ini memperkuat jajaran komisaris melalui penunjukan Tedjodiningrat Broto Asmoro sebagai Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Kehadiran Tedjodiningrat diyakini akan memperkuat Komisaris Utama William Daniel dan Komisaris Bernardus Djonoputro dalam mengawal penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan mendukung strategi pertumbuhan berkelanjutan.
Baca Juga: Pasokan Gas Industri Menyusut, Industri Khawatir Utilisasi Pabrik Keramik Turun
Komisaris Utama IKAI William Daniel mengatakan penunjukan Tedjodiningrat merupakan langkah strategis untuk memperkuat arah transformasi perusahaan.
Menurutnya, pengalaman Tedjodiningrat akan melengkapi kapasitas Bernardus Djonoputro yang memiliki rekam jejak panjang di bidang perencanaan kota, pengembangan wilayah, dan pembiayaan infrastruktur.
Bernardus diketahui merupakan CEO pertama Otoritas Pengelola Rebana Metropolitan di Jawa Barat. Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, ia pernah menduduki berbagai posisi strategis di perusahaan konsultan global seperti Deloitte, EY, dan PwC.
"Saat ini, ia memimpin Otoritas Pengelola Rebana Metropolitan, salah satu koridor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia yang menjadi rumah bagi lebih dari 10 juta penduduk serta mencakup kawasan industri seluas 42.000 hektare," ujar William Daniel, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, penguatan struktur komisaris diharapkan dapat mendukung pelaksanaan roadmap perusahaan yang mencakup Fase Rekondisi pada 2026, Fase Optimalisasi pada 2027, hingga Fase Ekspansi yang dimulai pada 2028.
Direktur Utama IKAI Desra Firza Ghazfan menjelaskan RUPST Tahun Buku 2025 juga menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menerapkan tata kelola usaha yang baik.
Dalam rapat tersebut, perseroan membahas lima agenda utama, mulai dari pengesahan laporan tahunan, penetapan laba rugi, remunerasi direksi dan komisaris, penunjukan kantor akuntan publik, hingga perubahan susunan direksi dan dewan komisaris.
Desra mengatakan, meski menghadapi berbagai tantangan sepanjang 2025, ekosistem bisnis IKAI tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pada dua pilar utama, yakni manufaktur dan hospitality.
Hal itu ditunjukkan oleh produksi keramik premium Essenza yang melampaui 1,1 juta meter persegi serta tingkat okupansi rata-rata jaringan hotel yang mencapai 72,5%.
"Dengan kepemimpinan baru sejak semester kedua tahun 2025, IKAI memasuki Fase Pemulihan (Recovery) dan menerapkan sejumlah strategi utama untuk memperbaiki posisi keuangan, struktur ekuitas, serta menghadapi tekanan operasional di lini manufaktur," kata Desra.
Ia mengungkapkan hasil strategi tersebut mulai terlihat dari perbaikan kinerja keuangan perusahaan. Konsolidasi IKAI membukukan pendapatan sebesar Rp148,9 miliar dengan EBITDA yang berbalik dari negatif menjadi positif Rp5,2 miliar pada kuartal IV 2025. Pertumbuhan pendapatan pada kuartal terakhir 2025 juga mencapai 71%.
Selain memperbaiki struktur keuangan, perusahaan juga terus memperkuat efisiensi operasional. Pada sektor manufaktur, unit usaha INKA membukukan pendapatan sekitar Rp75 miliar setelah melakukan restrukturisasi proses bisnis, optimalisasi lini produksi, serta menuntaskan sisa kewajiban kepada Bank Mandiri sebesar Rp22 miliar dari proses PKPU sebelumnya.
Sementara itu, bisnis perhotelan menunjukkan tren pemulihan dengan HPI mencatat EBITDA positif Rp16 miliar dan SMS sebesar Rp9,4 miliar seiring membaiknya kinerja operasional pada paruh kedua 2025.
Memasuki 2026, IKAI melanjutkan Fase Rekondisi melalui penguatan modal kerja sekaligus menyiapkan pilar pendapatan baru melalui bisnis Integrated Land Development, yang meliputi pengembangan lahan, pengelolaan hak atas tanah, utilitas, dan energi.
"Dengan fondasi yang sudah diperbaiki dan momentum yang terbangun, kami berkomitmen pada pertumbuhan yang nyata dan berkelanjutan melalui eksekusi yang disiplin, keputusan berbasis data, dan pengelolaan risiko yang terukur," ujar Desra.
Perseroan menargetkan pendapatan pada 2026 dapat melampaui periode sebelum major maintenance. Selanjutnya, pada 2027 perusahaan akan memasuki Fase Optimalisasi dengan fokus meningkatkan profitabilitas seluruh anak usaha, sebelum melanjutkan Fase Ekspansi pada 2028 melalui pengembangan sumber pendapatan baru yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
