Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangunan infrastruktur digital nasional dinilai membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan penyedia infrastruktur jaringan.
Seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas di berbagai daerah, penguatan koordinasi antarpelaku industri juga diperlukan untuk memastikan pengembangan jaringan berjalan lebih efektif, efisien, serta mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan, termasuk penataan jaringan fiber optik.
Dalam upaya memperkuat koordinasi tersebut, Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menyepakati sejumlah kebijakan organisasi. Mulai penyempurnaan anggaran dasar (AD) hingga mekanisme penanganan relokasi jaringan fiber optik.
Ketua Umum Apjatel, Jerry Mangasas Swandy mengatakan, seluruh proses pembahasan berjalan lancar. Menurutnya, kesepakatan anggota diharapkan dapat memperkuat sinergi antaranggota dan pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan infrastruktur digital yang tengah didorong pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Jerry mengakui, adanya perbedaan pendapat di dalam kepengurusan Apjatel. "Perbedaan pendapat justru memperkaya proses pengambilan keputusan," ujar Jerry, dalam keterangannya, Jumat (17/7).
Menurutnya, pengurus Apjatel akan terus menjembatani dan mengakomodasi kepentingan seluruh anggota maupun pemangku kepentingan dalam memperkuat infrastruktur digital nasional.
Baca Juga: Regulasi Tembakau Terlalu Ketat Berisiko Tekan Investasi dan Tenaga Kerja
Salah satu kesepakatan adalah penerapan skema konsorsium bagi anggota Apjatel yang tergolong sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor telekomunikasi.
Skema tersebut terdiri atas empat hingga lima kabel yang dapat ditempatkan dalam satu pipa high density polyethylene (HDPE) guna menekan biaya relokasi kabel udara maupun penggelaran jaringan fiber optik.
Apjatel membuat skema konsorsium yang terdiri atas 4 hingga 5 kabel yang dapat masuk dalam satu HDPE. Tujuan skema konsorsium ini adalah untuk menekan biaya relokasi kabel udara serta penggelaran jaringan fiber optik.
"Dengan konsorsium ini, diharapkan biaya yang dikeluarkan anggota Apjatel dapat semakin terjangkau," kata Jerry.
Apjatel juga menyiapkan mekanisme untuk mengantisipasi permintaan penataan kabel udara dari pemerintah daerah. Menurut Jerry, setiap permintaan akan diverifikasi terlebih dahulu untuk menentukan apakah penanganan dilakukan melalui perapihan jaringan, pembangunan tiang bersama, atau relokasi kabel ke bawah tanah.
Perapihan, pembuatan tiang bersama, atau relokasi kabel ke bawah akan dilakukan oleh vendor. Pemilihan ini dilakukan dengan mekanisme lelang atau penunjukan langsung yang disepakati oleh anggota.
"Dengan demikian, segala keputusan mengenai harga dan lain-lain sudah berdasarkan keputusan anggota," jelas Jerry.
Ia menegaskan seluruh keputusan mengenai aspek teknis, harga, maupun pelaksanaan diambil melalui musyawarah anggota dengan mengedepankan prinsip demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas.
"Setiap keputusan terkait teknis, harga, dan pelaksanaan selalu berdasarkan musyawarah anggota. Apjatel menjalankan setiap langkah dengan prinsip demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas. Tidak ada yang kami tutupi," tegasnya.
Ke depan, Apjatel akan terus mendukung, menjembatani, dan memfasilitasi kepentingan anggotanya dalam menghadapi berbagai regulasi, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
