kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gunawan Dianjaya Steel (GDST) mampu cetak cuan Rp 26,8 miliar di 2019


Rabu, 08 April 2020 / 14:53 WIB
Gunawan Dianjaya Steel (GDST) mampu cetak cuan Rp 26,8 miliar di 2019
ILUSTRASI. Pabrik plat baja PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST), hot rolled steel plate mill (produsen plat baja canai panas).


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten besi dan baja PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) mampu mencetak cuan di tahun ini sebesar Rp 26,8 miliar dari sebelumnya merugi hingga Rp 87,79 miliar di 2018.

Melansir laporan keuangan 2019 GDST, membukukan penjualan tumbuh 19% year on year (yoy) menjadi Rp 1,85 triliun dari sebelumnya Rp 1,55 triliun di 2018.

Penjualannya paling banyak didapatkan dari segmen plat lokal sebesar Rp 1,69 triliun. Diikuti segmen waste sebesar Rp 123,17 miliar, lalu segmen plat ekspor Rp 31,61 miliar, dan lain-lain sebesar Rp 226,6 miliar.

Baca Juga: Pendapatan naik 26%, Gunawan Dianjaya Steel (GDST) mentas dari kerugian

Adapun emiten baja ini mencatatkan kenaikan beban pokok penjualan hingga 9,64% menjadi Rp 1,7 triliun. Hal ini membuat laba kotornya merosot menjadi Rp 147,05 miliar dari sebelumnya Rp 556,03 miliar di 2018.

Namun demikian, Gunawan Dianjaya turut mencatatkan pendapatan lain-lain yang naik lebih dari 3 kali lipat menjadi Rp 29,66 miliar dari sebelumnya Rp 7,59 miliar di 2018.

Pendapatan ini didapatkan dari selisih kurs sebesar Rp 18,36 miliar, lalu diikuti pemasukan dari pemulihan pencadangan penurunan nilai persediaan sebesar Rp 10,18 miliar dari yang sebelumnya tidak ada

Alhasil di tahun ini mereka mampu mencetak cuan atau laba tahun berjalan sebesar Rp 26,80 miliar dari sebelumnya rugi bersih Rp 87,79 miliar di 2018.

Di sepanjang tahun lalu GDST turut mencatatkan total aset sebesar Rp 1,78 triliun atau naik sebesar 30% yoy. Adapun kenaikan ini ditopang bertumbuhnya nilai aset lancar dan aset tidak lancar.

Direktur GDST, Saiful Fuad menjelaskan, naiknya aset lancar naik karena perkiraan persediaan bahan baku dan piutang usaha yang tumbuh.

"Persediaan bahan baku naik cukup besar karena manajemen melihat adanya potensi kenaikan kuantitas penjualan serta antisipasi adanya potensi kenaikan harga bahan baku di periode berikutnya," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4).

Baca Juga: Bisnis baja masih tertekan, ini rekomendasi analis untuk Gunawan Steel (GDST)

Lantas untuk piutang usaha naik karena seiring dengan naiknya nilai dan kuantitas penjualan.  Kemudian aset tetap bisa tumbuh karena kapitalisasi dari biaya perbaikan bangunan atau mesin serta biaya yang berkaitan dengan pengalihan aset tetap akibat merger pada 2018.

Sedangkan aset tetap dalam penyelesaian terdapat penambahan sebesar Rp 122,8 miliar karena adanya penambahan satu lini produksi steel plate dengan kapasitas 1 juta ton per tahun.

Steel plate yang saat ini sudah mencapai 74,98% dari rencana total nilai investasi. Di sisi lain, GDST juga mencatatkan liabilitas sebesar Rp 841,2 miliar dan ekuitas sebesar Rp 917,39 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×