kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.931.000   26.000   1,36%
  • USD/IDR 16.465   -15,00   -0,09%
  • IDX 6.898   66,24   0,97%
  • KOMPAS100 1.001   10,19   1,03%
  • LQ45 775   7,44   0,97%
  • ISSI 220   2,72   1,25%
  • IDX30 401   2,31   0,58%
  • IDXHIDIV20 474   1,13   0,24%
  • IDX80 113   1,15   1,03%
  • IDXV30 115   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 131   0,58   0,44%

Hadapi Beragam Tantangan, Pertumbuhan Industri Logistik Terganjal


Senin, 23 Desember 2024 / 20:32 WIB
Hadapi Beragam Tantangan, Pertumbuhan Industri Logistik Terganjal
ILUSTRASI. Industri logistik


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Industri jasa logistik mengalami beragam tantangan bisnis sepanjang tahun 2024.

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Akbar Djohan mengatakan, industri melambat akibat dampak situasi geopolitik yang kurang kondisi serta agenda Pemilihan Umum (Pemilu) pada tahun 2024 ini.

"Kondisi industri tahun 2024 melambat dan agak lesu terutama untuk produk tekstil, garmen, besi dan baja serta produk-produk elektronik," ungkap Djohan kepada Kontan, Senin (23/12).

Djohan melanjutkan, industri jasa logisitik turut menghadapi tantangan terkait pembiayaan jasa operasional dan perpajakan sektor jasa logistik yang cenderung kompleks. Tekanan bisnis turut datang dari maraknya produk impor.

Baca Juga: Industri Tertekan Pelemahan Rupiah, Kemenperin Pertimbangkan Pemberian Insentif

Menurutnya, pelaksanaan Pemilu pada tahun ini berimbas pada tertundanya kebijakan-kebijakan yang berpotensi mendorong pertumbuhan bisnis.

Di sisi lain, industri jasa logistik juga harus mengencangkan ikat pinggang akibat kelangkaan BBM solar dibeberapa daerah. Selain itu, perang dagang global dan dampak perang Timur Tengah ikut menekan kinerja ekspor.

Selain itu, melemahnya daya beli diakui kian menambah berat laju bisnis jasa logisitik.

"Penurunan  daya beli di tingkat nasional maupun internasional sangat terasa di sebagian besar komoditas , walau ada beberapa komoditas yang cenderung membaik daya belinya seperti produk tambang , farmasi dan alat kesehatan," jelas Djohan.

Djohan menambahkan, pada tahun 2025 mendatang industri masih dihadapkan pada tantangan kenaikan pajak dan kepastian bisnis bagi pelaku usaha.

Padahal, pada tahun depan industri jasa logistik membidik peluang pertumbuhan pasar nasional.

Baca Juga: Kemenperin Optimistis Investasi Industri Mamin Sebesar Rp 104,98 Triliun Tercapai

"Peluang tahun 2025 seharusnya dapat memanfaatkan momentum perdagangan antar pulau yang lebih maksimal disaat situasi krisis politik global sedang tinggi suhunya," pungkas Djohan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Cara Praktis Menyusun Sustainability Report dengan GRI Standards Strive

[X]
×