kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.056   54,00   0,32%
  • IDX 6.967   -59,54   -0,85%
  • KOMPAS100 961   -9,55   -0,98%
  • LQ45 705   -9,91   -1,39%
  • ISSI 249   -1,90   -0,76%
  • IDX30 386   -2,47   -0,64%
  • IDXHIDIV20 479   -3,52   -0,73%
  • IDX80 108   -1,18   -1,08%
  • IDXV30 133   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 126   -1,13   -0,89%

Harga Avtur Meroket, Bahlil Sebut Harga Indonesia Lebih Kompetitif dari Tetangga


Senin, 06 April 2026 / 13:42 WIB
Harga Avtur Meroket, Bahlil Sebut Harga Indonesia Lebih Kompetitif dari Tetangga
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat di Kantor Kementerian ESDM, Jaka (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan yang terus memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada pergerakan harga bahan bakar penerbangan atau avtur.

Meski demikian, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim harga avtur di Indonesia masih berada pada level yang kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjelaskan, fluktuasi harga avtur yang terjadi saat ini tidak lepas dari pengaruh dinamika pasar global.

Baca Juga: Begini Strategi Garuda Indonesia Memitigasi Lonjakan Harga Avtur

Mengingat layanan pengisian bahan bakar ini melibatkan maskapai internasional, maka penyesuaian harga merupakan hal yang lumrah mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

"Harga avtur memang ini kan adalah harga pasar, dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme yang terjadi adalah mekanisme pasar," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Bahlil tidak menampik adanya kenaikan harga jual yang dipatok oleh PT Pertamina (Persero) merespons kondisi pasar saat ini.

Namun, ia menegaskan bahwa secara komparatif, struktur harga di Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat jika dibandingkan dengan harga di wilayah regional.

"Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi kenaikan itu dibandingkan dengan harga avtur di negara lain khususnya tetangga, kita masih jauh lebih kompetitif ya," tegasnya.

Baca Juga: INACA Dorong Evaluasi Tarif Batas Atas, Kenaikan Avtur Berpotensi Kerek Harga Tiket

Sebelumnya, Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan kenaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) dan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan domestik.

Langkah ini menyusul lonjakan harga avtur per 1 April 2026.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja mengungkapkan, kenaikan harga bahan bakar pesawat ini tidak terlepas dari kondisi global yang tidak menentu. 

“Seperti sudah kita perkirakan sebelumnya, harga avtur akan naik mengikuti harga di tingkat global karena imbas krisis geopolitik di Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).

Berdasarkan data penyesuaian Pertamina, harga avtur domestik periode 1-30 April 2026 naik rata-rata 70%, sementara untuk rute internasional melonjak hingga 80%.

Baca Juga: Harga Avtur Merangkak, Ada Potensi Tambahan Biaya Penyelenggaraan Haji 2026

Di Bandara Soekarno-Hatta misalnya, harga avtur domestik melambung dari Rp 13.656,51 per liter pada Maret menjadi Rp 23.551,08 per liter di April, atau naik 72,45%.

Jika ditarik lebih jauh ke tahun 2019 saat aturan TBA mulai diberlakukan, harga avtur domestik yang saat itu berada di level Rp 7.970 per liter kini telah meroket hingga 295%.

Kondisi serupa terjadi pada harga internasional yang naik dari US$ 0,742 per liter menjadi US$ 1,338 per liter atau tumbuh 80,32%.

"Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian kenaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) avtur dan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan domestik," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×