Reporter: Zendy Pradana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) turut mengungkapkan strategi penjualannya ketika harga bahan utama produksi barang elektronik melonjak.
Harga bahan utama melonjak karena perang di timur tengah (Timteng) tak kunjung selesai.
Head of Legal Counsel & Corporate Affair Erajaya Group, Amelia Allen mengatakan bahwa pihaknya masih terus berupaya berkoordinasi kepada para principal dan mitra bisnis untuk memantau perkembangan harga bahan baku global.
"Fokus kami adalah menjaga ketersediaan produk dan memastikan harga di pasar tetap kompetitif bagi konsumen," ujar Amelia kepada Kontan, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: Begini Strategi Erajaya Swasembada (ERAA) Optimalkan Kinerja Bisnis pada 2026
Kemudian, kata Amelia, Erajaya juga berupaya melakukan penyesuaian harga yang terbaik. Tujuannya agar dampaknya terhadap konsumen tetap minimal.
Amelia menyebutkan juga bahwa Erajaya akan terus memberikan pilihan barang elektronik yang beragam bagi konsumen, tujuannya agar tetap dapat menjangkau berbagai kebutuhan dan preferensi para konsumen.
"Selain itu, diversifikasi portofolio bisnis Erajaya Group ke sektor seperti lifestyle, F&B, dan groceries juga menjadi faktor yang memperkuat ketahanan kami sebagai grup usaha dalam menghadapi dinamika pasar," kata dia.
Baca Juga: Begini Strategi Erajaya Swasembada (ERAA) Kerek Kinerja Saat Nataru 2025/2026
Sehingga, pendekatan ini dinilai akan membantu menjaga keseimbangan kinerja dan memastikan produk Erajaya tetap relevan di berbagai situasi ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













