kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.079   2,00   0,01%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Pefindo Sematkan Peringkat idAAA untuk PLN, Prospek Stabil


Jumat, 05 Juni 2026 / 07:29 WIB
Pefindo Sematkan Peringkat idAAA untuk PLN, Prospek Stabil
ILUSTRASI. Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk PLN dengan prospek stabil.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idAAA untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN). Peringkat ini diberikan salah satunya karena fleksibilitas keuangan yang kuat. 

“Pefindo menegaskan peringkat idAAA dengan prospek stabil terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN),” ujar Adib Yasa & Kresna Wiryawan, Analis Pefindo dalam keterangan resmi dikutip Jumat (5/6/2026). 

Peringkat tersebut mencerminkan kemungkinan yang sangat kuat akan adanya dukungan dari pemerintah, sejalan dengan peran strategis perusahaan dalam menyediakan layanan ketenagalistrikan di seluruh Indonesia.

Profil kredit berdiri sendiri (standalone) perusahaan juga mencerminkan posisi pasar yang superior dan penetrasi yang luas secara nasional, fleksibilitas keuangan yang kuat, serta potensi pertumbuhan terhadap permintaan listrik domestik. 

Baca Juga: Mendag Tandatangani Revisi Aturan E-Commerce, Apa Saja Poinnya?

“Peringkat dibatasi oleh tingkat leverage keuangan perusahaan yang tinggi serta paparan terhadap risiko transisi energi,” ucap Pefindo dalam laporannya. 

Peringkat dapat diturunkan apabila Pefindo memandang adanya pelemahan yang material dari tingkat dukungan pemerintah. Antara lain tercermin dari perubahan kerangka regulasi yang berdampak tidak menguntungkan bagi perusahaan. Atau keterlambatan berkepanjangan atas pembayaran subsidi dan kompensasi. Sehingga memberikan tekanan berkelanjutan terhadap likuiditas dan profil keuangan perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×