Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren harga batubara menunjukkan tren positif, salah satunya terlihat pada harga batubara kokas (coking coal) yang mengalami kenaikan tipis dari hari sebelumnya.
Berdasarkan data Trading Economics, harga batubara kokas naik menjadi US$ 226 per ton pada 15 April 2026, meningkat 0,78% dari hari sebelumnya.
Selama sebulan terakhir harga batubara Kokas telah naik 2,03%, dan naik 19,26% dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu, menurut perdagangan pada kontrak untuk perbedaan alias contract for difference (CFD) yang melacak pasar acuan untuk komoditas ini.
Baca Juga: PLN Beri Diskon Tambah Daya 50% untuk Dukung Kebijakan WFH, Ini Syarat & Caranya
Menanggapi kenaikan tersebut, emiten pertambangan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menilai pergerakan harga komoditas merupakan hal yang lumrah di pasar global. Perusahaan tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Corporate Communication Alamtri Resources (ADRO), Karina Novianti menjelaskan bahwa pergerakan harga merupakan faktor eksternal yang sulit dikendalikan.
"Fluktuasi harga batu bara tidak dapat diprediksi dan bergerak mengikuti siklus," ujarnya kepada Kontan, Kamis (16/4/2026).
Karina mengungkapkan, ketimbang bersandar pada kenaikan harga, perusahaan memilih untuk memperkuat fundamental internal. Strategi utama ADRO saat ini adalah memastikan ritme produksi tetap berjalan sesuai rencana dengan biaya yang terukur.
"Kami akan tetap fokus pada segala sesuatu yang dapat kami kontrol seperti kontrol operasional untuk memastikan pencapaian target perusahaan dan efisiensi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













