kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Batubara Diprediksi Turun Tahun Ini, Delta Dunia Makmur (DOID) Atur Strategi


Rabu, 20 Maret 2024 / 08:55 WIB
Harga Batubara Diprediksi Turun Tahun Ini, Delta Dunia Makmur (DOID) Atur Strategi
Manajemen PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) saat Media Briefing & Iftar Gathering di Jakarta Selatan, Selasa (19/3).


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten jasa kontraktor penambangan batubara dan mineral lainnya, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) memprediksi tahun ini harga batubara akan terkoreksi dan mengalami penurunan setidaknya sama seperti harga di tahun 2021. 

Direktur Delta Dunia Grup Dian Andyasuri mengatakan penurunan harga tahun ini berpengaruh pada target pendapatan perseroan sepanjang tahun 2024 ini. 

“Jadi berdasarkan insight dari roadmap salah satu research company, tahun 2024 ini harga batubara akan ada di level seperti di tahun 2021. Jadi akan mengalami sedikit penurunan dan ini menjadi refleksi terhadap panduan pendapatan kita,” ungkap Dian saat ditemui Kontan dalam acara Media Briefing & Iftar Gathering Delta Dunia Group (DOID) di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (19/3).

Baca Juga: Delta Dunia Makmur (DOID) Alokasikan Capex Tahun Ini Hingga US$ 190 Juta

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2023, Delta Dunia Group mencatatkan pendapatan sebesar US$ 1,8 miliar atau naik 18% Year-on-Year (YoY), jika dibandingkan pendapatan tahun lalu yang ada di angka US$ 1,55 miliar. 

Dan di tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan berada di nilai US$ 1,575 miliar, hingga US$ 1,725 miliar. 

Untuk mengantisipasi penurunan ini, Dian mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi.

“Ada beberapa hal, nomor satu dari sisi me-manage cost component atau biaya, kita punya inisiatif strategi yang di tahun 2023 yang sudah terbukti manjur, dari sisi memanage manpower kita, dan berbagai inisiatif untuk efisiensi berbasis analitik serta berbasis digital,” jelas Dian.

Kedua, adalah dengan memanage biaya dari suku cadang, ban dan bahan peledak. Dengan cara melakukan negosiasi dengan sejumlah vendor penyedia alat maupun bahan yang mendukung pekerjaan jasa mereka.

“Dan yang ketiga, kita memiliki pendekatan maintenance yang luar biasa yang disebut condition base monitoring dimana kita mem-prolong umur dari peralatan kita tanpa mengurangi jauh kemampuan alat-alat ini berproduksi sehingga kita bisa me-manage pembiayaan yang relevan,” jelasnya.

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih Delta Dunia Makmur (DOID) Tumbuh Double Digit di 2023

Sebagai tambahan informasi, DOID melalui anak usahanya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) dan BUMA Australia Pty Ltd (BUMA Australia) mencatatkan EBITDA sebesar US$ 412 juta sepanjang tahun 2023, meningkat 13% YoY. Jika dibandingkan EBITDA tahun lalu yang berada di angka US$ 365 juta. 

Ini juga berdampak pula pada kenaikan laba bersih perseroan sebesar 26% dan diklaim sebagai pencapaian tertinggi sejak beroperasi, dengan nilai US$ 36 juta jika dibandingkan dengan tahun lalu yang berada pada nilai US$ 29 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×