kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Indonesian Petroleum Association (IPA) Perkuat Sinergi dengan Kampus


Minggu, 15 Februari 2026 / 19:12 WIB
Indonesian Petroleum Association (IPA) Perkuat Sinergi dengan Kampus
ILUSTRASI. Cek Hasil SNBT UGM 2025 (dok./Website https://ugm.ac.id)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesian Petroleum Association (IPA) memperkuat keterlibatan kalangan akademik dalam pengembangan sektor energi nasional melalui program IPA Goes to Campus di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan IPA Convention & Exhibition 2026 (IPA Convex 2026).

Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong menyampaikan, kolaborasi dengan perguruan tinggi diperlukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan transisi energi sekaligus mendukung keberlanjutan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

"Kehadiran kami melalui program IPA Goes to Campus merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri energi” ujar Marjolijn dalam keterangan resmi, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga: Wacana Stop Ekspor Timah Perlu Dilakukan Bertahap, Ini Tanggapan Pelaku Industri

Untuk diketahui, IPA Convex 2026 akan diselenggarakan pada 20–22 Mei 2026 di ICE BSD, Tangerang, sekaligus menandai penyelenggaraan ke-50. Tahun ini, IPA kembali menghadirkan program Youth@IPAConvex melalui sejumlah agenda, antara lain Student Showcase, Student Visit, serta forum interaksi mahasiswa dengan pelaku industri energi internasional.

Dalam sesi diskusi di UGM, Wakil Ketua Komite Gas & LNG IPA Diwya Satwika Paramartha menilai gas bumi masih memiliki peran strategis dalam masa transisi energi. Berdasarkan proyeksi global, permintaan gas diperkirakan tetap tumbuh dalam satu dekade ke depan karena intensitas emisinya lebih rendah dibandingkan batubara dan minyak.

“Indonesia masih memiliki potensi gas bumi yang sangat besar, dan sejumlah temuan lapangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah gas bumi. Pengembangan sektor ini membutuhkan kolaborasi multidisiplin dan keterlibatan generasi muda,” ujarnya.

Selain UGM, IPA juga melakukan kunjungan ke UPN Veteran Yogyakarta. Anggota Komite Eksplorasi IPA Feriyanto menjelaskan, kegiatan eksplorasi migas saat ini menghadapi tingkat kompleksitas yang lebih tinggi, mulai dari karakteristik lapangan yang semakin dalam, bertekanan tinggi, hingga kebutuhan teknologi yang lebih maju. Kondisi tersebut menuntut peningkatan inovasi serta kesiapan sumber daya manusia agar pengembangan energi tetap efisien dan berkelanjutan.

Selanjutnya: Wacana Stop Ekspor Timah Perlu Dilakukan Bertahap, Ini Tanggapan Pelaku Industri

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×