kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Harga batubara memanas, Indika Energy (INDY) fokus kejar target produksi


Selasa, 18 Mei 2021 / 18:12 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat batubara.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas batubara sedang memanas. Tidak tanggung-tanggung, mengutip data Bloomberg, harga batubara ICE Newcastle untuk kontrak Juli 2021 sempat menembus level US$ 100 per ton, yaitu tepatnya di angka US$ 102,55 per ton pada perdagangan Kamis (13/5) lalu.

Pada perdagangan Jumat (14/5), harga batubara ICE Newcastle sempat mengalami penurunan mini ke angka US$ 99,4 per ton. Namun demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dari posisi akhir tahun 2020 yang sebesar US$ 80,10 per ton.

Menanggapi hal ini, Head of Corporate Communication PT Indika Energy Tbk (INDY) Ricky Fernando menduga bahwa kenaikan harga batubara terjadi seiring dengan membaiknya permintaan dari beberapa negara pengimpor, termasuk China. 

Baca Juga: Tak Ingin Terlalu Bergantung Pada Batubara, Indika Energy (INDY) Geber Diversifikasi

Dalam kondisi pergerakan yang demikian, INDY, kata Ricky, telah memiliki fokus utama dalam menjalankan bisnis batubaranya.

 

“Fokus utama kami adalah mencapai target produksi, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, mempererat sinergi antar anak usaha, mengembangkan portofolio melalui diversifikasi usaha, serta meningkatkan kinerja Perusahaan dengan memperkuat aspek Environment, Social and Governance (ESG),” papar Ricky saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (18/5).

Hingga tutup tahun nanti, INDY membidik target produksi sebanyak 31,4 juta ton. 31,4 juta ton. Sebanyak 30 juta ton di antaranya direncanakan berasal dari PT Kideco Jaya Agung, sementara 1,4 juta ton sisanya direncanakan berasal dari PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU).

Selanjutnya: Pemerintah tambah kuota ekspor, Indika Energy (INDY) masih kaji revisi RKAB 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×