kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga daging tinggi akibat khawatir pasokan kurang


Senin, 23 Mei 2016 / 11:57 WIB
Harga daging tinggi akibat khawatir pasokan kurang

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Upaya pemerintah menekan harga daging sapi di bawah Rp 80.000 per kilogram (kg) seperti permintaan Presiden Joko Widodo tampaknya belum membuahkan hasil. 

Pasalnya, saat ini, harga daging sapi tingkat nasional rata-rata Rp 112.880 per kilogram (kg). Harga daging sapi tersebut hanya beda tipis dengan rata-rata harga daging sapi di Jakarta sebesar Rp 112.730 per kg.

Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang mengatakan, mahalnya harga daging sapi terjadi karena pemerintah tidak dapat meyakinkan pasar kalau pasokan daging sapi tercukupi. Padahal, kepastian pasokan itu dibutuhkan pasar untuk bisa menentukan harga.

"Kalau pemerintah memang sudah mengimpor daging sapi dari India, harus diberitahu realisasinya berapa," ujar Sarman kepada KONTAN, Minggu (23/5).

Bila stok daging sapi lancar dan tersedia, maka harga otomatis akan menyesuaikan. Ia bilang, pihaknya memprediksi kenaikan harga pangan termasuk sapi jelang puasa dan lebaran tahun ini mencapai 25% hingga 30% dari biasanya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemdag) Srie Agustina mengatakan pemerintah optimis dapat menekan harga daging sapi. 

Ia bilang, sebelum memasuki bulan Ramadhan, Kemdag telah menugaskan PT Berdikari untuk mengimpor daging sapi sebesar 10.000 ton. Impor itu akan dilakukan dua kali. "Untuk impor tahap pertama 5.000 ton dulu," imbuh Srie.




TERBARU

Close [X]
×