kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.795   -35,00   -0,21%
  • IDX 8.169   37,52   0,46%
  • KOMPAS100 1.152   5,94   0,52%
  • LQ45 832   2,38   0,29%
  • ISSI 291   2,29   0,79%
  • IDX30 431   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 517   -1,74   -0,34%
  • IDX80 129   0,63   0,49%
  • IDXV30 141   0,04   0,03%
  • IDXQ30 140   -0,42   -0,30%

Harga emas naik, Hartadinata (HRTA) hati-hati dalam utilisasi produksi pabrik


Kamis, 19 September 2019 / 20:04 WIB
Harga emas naik, Hartadinata (HRTA) hati-hati dalam utilisasi produksi pabrik
ILUSTRASI. Gerai perhiasan ACC dari Hartadinata Abadi


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas mengalami tren kenaikan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan awal tahun 2018. Kenaikan itu, membuat perusahaan perhiasan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) lebih hati-hati dalam memproduksi.

Direktur Keuangan HRTA Deny Ong mengatakan, memang kenaikan memberi dampak positif pada penjualan perusahaan. Tetapi di saat yang sama, volume penjualan juga mengalami penurunan sebesar 5%.

Baca Juga: Belanja modal Hartadinata (HRTA) lebih banyak untuk penambahan toko ritel perhiasan

“Di semester I 2019 utilisasi produksi mencapai 39%, memasuki Agustus 2019 ketika naik kita agak ngerem,” katanya kepada Kontan.co.id pada Kamis (19/8).

Kenaikan harga emas itu membuat utilisasi produksi ditekan hanya di angka sekitar 34% dari kapasitas produksi HRTA.

Sebab, penjualan baik melalui grosir maupun toko, sama-sama mengalami penurunan volume penjualan. “Peritel yang membeli dari grosir kami lebih hati-hati dalam stok barang,” tambah Deny.

Baca Juga: Harga emas naik, Hartadinata (HRTA) optimistis pendapatan tahun ini Rp 3 triliun

Di akhir tahun, HRTA berencana menaikkan utilisasi produksi lagi di angka 39% dari kapasitas produksi. Pasalnya, terdapat pameran perhiasan tahunan yang jadi salah satu ajang untuk meningkatkan penjualan di 2019.

HRTA pun optimistis bisa mencatat penjualan sebesar Rp 3 triliun karena adanya kenaikan harga emas. Adapun pada tahun 2018, HRTA mencatat pendapatan penjualan sebesar Rp 2,74 triliun.

Sampai semester I 2019, HRTA mencatat pendapatan penjualan sebesar Rp 1,77 triliun atau tumbuh 15,39% dibanding capaian periode yang sama tahun 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×