kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Belanja modal Hartadinata (HRTA) lebih banyak untuk penambahan toko ritel perhiasan


Kamis, 19 September 2019 / 19:41 WIB
Belanja modal Hartadinata (HRTA) lebih banyak untuk penambahan toko ritel perhiasan
ILUSTRASI. Gerai perhiasan ACC dari Hartadinata Abadi


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hartadinata Abadi Tbk di tahun ini sedikit lebih ekspansif untuk penambahan toko ritel. Saat ini penjualan perusahaan dengan kode saham HRTA itu melalui ritel kontribusinya belum sebesar penjualan melalui grosir.

Di semester I 2019, penjualan melalui toko menyumbang sebesar Rp 202,24 miliar dari total pendapatan Rp 1,77 triliun. Adapun penjualan grosir menyumbang Rp 1,56 triliun, sementara sisanya sebesar Rp 2,8 miliar dari franchise.

Baca Juga: Harga emas naik, Hartadinata (HRTA) optimistis pendapatan tahun ini Rp 3 triliun

Direktur Keuangan HRTA Deny Ong mengatakan, setiap tahun, HRTA tidak banyak mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex). “Tahun lalu sekitar Rp 90 miliar sampai Rp 100 miliar, tahun ini bertambah 10% capex kami,” katanya kepada Kontan.co.id pada Kamis (19/9).

Dari total capex itu, HRTA mengalokasikannya lebih banyak untuk penambahan toko. Di tahun 2018, total toko HRTA sekitar 25 toko dan saat ini sudah hampir mencapai 40 toko.

Sebagian capex juga dialokasikan untuk pembelian mesin produksi baru untuk persiapan produk baru yang akan diluncurkan HRTA. Tetapi, kata Deny, harga mesin baru itu relatif murah jika dibandingkan dengan modal untuk penambahan toko.

Menurut Deny, karena adanya penambahan toko, aset HRTA di tahun ini juga mengalami kenaikan Rp 10 miliar sampai Rp 15 miliar dalam bentuk properti toko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×