kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Harga telur ayam kisut di kisaran Rp 16.000


Jumat, 25 Agustus 2017 / 17:04 WIB
Harga telur ayam kisut di kisaran Rp 16.000


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - Harga telur ayam terus mengalami fluktuasi. Dalam beberapa waktu terakhir, harga telur ayam mengalami penurunan. Harga telur ayam bahkan pernah menyentuh Rp 14.000 - Rp 15.000 per kilogram.

Hingga Kamis, 24 Agustus, harga telur di tingkat peternak di sentra produsen telur seperti Blitar sekitar Rp 16.500 per kilogram (kg). Padahal harga acuan di tingkat peternak yang ditetapkan Kementerian Perdagangan sebesar Rp 18.000 per kg.

Penurunan harga ini menurut Ki Musbar, Presiden Peternak Layer Nasional mengungkap, karena adanya posko-posko gelap seperti di Blitar yang menentukan harga di pasaran. Selain itu, ada pula peternak-peternak yang menahan masa afkir ayam petelur mereka hingga melebihi 85 minggu.

I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kemtan) mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan Kemtan untuk menstabilkan harga ayam adalah dengan mengurangi populasi ayam petelur.

Menurut Ki Musbar, tindakan Kemtan ini merupakan salah satu tindakan tercepat yang bisa dilakukan untuk menstabilkan harga. Hanya saja, dia bilang banyak peternak yang menerapkan metode intensif tidak melaksanakan kebijakan ini.

"Harusnya ayam itu 85 minggu sudah diafkir. Masalahnya ada dua jenis peternak, ada yang open house dimana ayam yang 85 minggu sudah di afkir, kalau sistem close house, itu ayamnya bisa dipelihara sampai 100 minggu," terang Musbar, Jumat (25/8).

Menurut Musbar, bila ayam petelur tidak diafkir maksimal 85 minggu, maka produksi telur bisa mencapai 8.400 ton per hari. "Kebutuhan telur kita itu memang 9.000 ton per hari, tetapi 7.400 ton itu dipenuhi dari telur khusus layer," kata Musbar.

Musbar berharap pemerintah serius menyelesaikan masalah ini. Menurutnya pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang sudah dikeluarkan. Selain itu, harga untuk ayam afkir juga harus dinaikkan supaya peternak tidak keberatan mengafkir ayam petelur.

"Beberapa waktu yang lalu harga afkir ayam itu Rp 30.000 per ekor. Setidaknya harga afkir ayam Rp 35.000 per ekor," jelas Musbar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×