kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Harga jagung naik, peternak ayam tercekik


Kamis, 21 September 2017 / 11:57 WIB


Reporter: | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Naiknya harga jagung membuat peternak ayam kesulitan. "Harga jagung yang naik belum tentu diikuti kenaikan harga ayam," ujar Tri Hadianto, Ketua Dewan Pembina Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Rabu (20/9).

Tri bilang, setiap ada kenaikan harga jagung, biaya produksi peternak akan naik. Hal itu diungkapkan akibat dari peternak yang menanggung harga kenaikan pakan. Namun, harga ayam diakui Tri tidak bisa langsung ikut naik karena dibatasi pemerintah.

Ini menyebabkan kesulitan bagi peternak ayam. Tri mengakui meski peternakan ayam masih berjalan, kondisi saat ini membuat peternak seringkali harus berutang untuk pembelian pakan.

Pembatasan impor jagung oleh Kementerian Pertanian (Kemtan) memicu kurangnya stok jagung. Kurangnya stok tersebut dikatakan Tri membuat harga jagung lokal meningkat.

Harga jagung lokal saat ini telah mencapai Rp 3.500 per kilogram (kg). Harga ini berada di atas harga acuan pembelian di petani yang sebesar Rp 3.150 per kg. Kenaikan itu membuat harga pakan ikut naik menjadi Rp 4.350 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×