kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.817   41,00   0,24%
  • IDX 8.275   42,68   0,52%
  • KOMPAS100 1.152   12,59   1,10%
  • LQ45 823   10,03   1,23%
  • ISSI 297   1,56   0,53%
  • IDX30 426   4,81   1,14%
  • IDXHIDIV20 505   4,48   0,89%
  • IDX80 128   1,50   1,19%
  • IDXV30 138   1,44   1,06%
  • IDXQ30 137   1,72   1,27%

Harga jagung naik, peternak ayam tercekik


Kamis, 21 September 2017 / 11:57 WIB
Harga jagung naik, peternak ayam tercekik


Reporter: Abdul Basith | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Naiknya harga jagung membuat peternak ayam kesulitan. "Harga jagung yang naik belum tentu diikuti kenaikan harga ayam," ujar Tri Hadianto, Ketua Dewan Pembina Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Rabu (20/9).

Tri bilang, setiap ada kenaikan harga jagung, biaya produksi peternak akan naik. Hal itu diungkapkan akibat dari peternak yang menanggung harga kenaikan pakan. Namun, harga ayam diakui Tri tidak bisa langsung ikut naik karena dibatasi pemerintah.

Ini menyebabkan kesulitan bagi peternak ayam. Tri mengakui meski peternakan ayam masih berjalan, kondisi saat ini membuat peternak seringkali harus berutang untuk pembelian pakan.

Pembatasan impor jagung oleh Kementerian Pertanian (Kemtan) memicu kurangnya stok jagung. Kurangnya stok tersebut dikatakan Tri membuat harga jagung lokal meningkat.

Harga jagung lokal saat ini telah mencapai Rp 3.500 per kilogram (kg). Harga ini berada di atas harga acuan pembelian di petani yang sebesar Rp 3.150 per kg. Kenaikan itu membuat harga pakan ikut naik menjadi Rp 4.350 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×