kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Harga jual mobil Ford bekas bakal anjlok


Selasa, 26 Januari 2016 / 15:47 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Salah satu pasar yang terkena imbas dari perginya Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Ford Motor Indonesia (FMI), yaitu mobil bekas. Ini bisa jadi menurunkan harga jual dari produk asal Amerika Serikat ini.

Halomoan Fischer Lumbantoruan, Chief Operation Officer mobil88 mengatakan, fenomena ini tentunya akan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap merek Ford. Ini berkaitan dengan layanan purnajual sekaligus juga resale value (harga jual kembali).

“Itu menyebabkan demand (permintaan) terhadap merek Ford di pasar mobkas akan menurun tajam. Hal ini tentu akan berdampak negatif, khususnya kepada penjual mobkas yang saat ini memiliki persediaan merek Ford. Lalu akan terjadi penyesuaian harga, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan kerugian,” ujar Fischer kepada Otomania, Selasa (26/1/2016).

Namun, Fischer enggan menyebutkan berapa penurunan yang mungkin terjadi, khususnya karena situasi ini. “Masih sensitif, jadi saya belum bisa lakukan prediksi,” ujar Holomoan.

Di kesempatan lain, Herjanto Kosasih, Senior Manager Marketing sentra penjualan mobil bekas WTC Mangga Dua menambahkan, berkaca dari kasus yang pernah menimpa Chevrolet, harga jual merek tersebut langsung anjlok di pasaran, sesaat setelah pengumuman hengkang. Situasi tersebut untuk saat ini setidaknya akan serupa.

“Kurang lebih untuk kasus Ford sekarang ini, serupa dengan yang terjadi pada Chevrolet. Penurunan harga jual bisa mencapai 10 persen sampai 20 persen dari harga yang ada,” ujar Herjanto kepada Otomania.

“Iya jelas besar penurunannya dan cukup riskan bagi para pebisnis maupun konsumen yang memiliki mobil ini. Karena masyarakat masih dibayang-bayangi ketakutan akan service dan sparepart-nya, walaupun sebenarnya memang memang masih ada,” ujar Herjanto.(Ghulam Muhammad Nayazri)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×