kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Harga kedelai impor tak naik meski subsidi dicabut


Senin, 21 Desember 2015 / 22:49 WIB
Harga kedelai impor tak naik meski subsidi dicabut


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Direktur Eksekutif Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Yus'an mengatakan kebijakan WTO yang meminta negara berkembang dan negara maju mencabut subsidi di bidang pertanian tidak terlalu berdampak pada impor kedelai dalam negeri. Pasalnya, selama ini, Indonesia mengimpor kedelai dari Amerika Serikat (AS) di mana petaninya adalah perusahaan besar dan sudah memenuhi standar ekonomi yang lebih baik.

Dengan demikian, bila nantinya pemerintah AS mencabut subsidi bagi pertanian di AS, dampaknya tidak terlalu terasa karena pertanian di sana sudah memenuhi skala ekonomi tertentu. Di sisi lain, petani di AS dan negara maju lainnya juga sudah mandiri secara finansial dan menggunakan teknologi maju. Dengan begitu, ada tidaknya subsidi bagi pertanian, mereka tetap bisa jalan dan menjual produknya dengan harga yang kompetitif.

"Jadi saya kira tidak ada gejolak harga kedelai impor bila nantiya kebijakan itu diterapkan," ujar Yus'an kepada KONTAN, Senin (21/12).

Yus'an mengatakan justru kebijakan WTO ini akan sangat berdampak pada pertanian dalam negeri. Pasalnya, kepemilikan lahan pertanian di Indonesia rata-rata dengan skala kecil dan belum banyak tersentuh oleh teknologi. Selain itu, sebagian besar petani di Indonesia juga masih menjadi petani buruh, alias mereka hanya menggarap lahan tapi yang memiliki lahan itu justru orang-orang kaya di perkotaan.

"Jadi kalaupun pemerintah memberikan subsidi, yang merasakan justru orang kaya bukan petani," ujarnya.

Karena itu, bila WTO benar-benar melarang subsidi bagi pertanian, maka produk-produk pertanian Indonesia diperkirakan akan sulit bersaing di pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×