kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Harga Minyak Melambung, Pemerintah Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying Saat Beli BBM


Senin, 09 Maret 2026 / 14:12 WIB
Harga Minyak Melambung, Pemerintah Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying Saat Beli BBM
ILUSTRASI. Menteri ESDM meminta masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena ketersediaan BBM nasional dalam kondisi aman. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga minyak dunia yang menembus level US$ 100 per barel memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Namun, pemerintah memastikan pasokan energi dalam negeri tetap aman dan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap lonjakan harga minyak global. Pemerintah juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga periode Hari Raya Idulfitri tahun ini.

“Karena sampai dengan hari raya ini insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Jelang Lebaran, Pengusaha Konveksi Kesulitan Cari Penjahit Profesional

Bahlil juga merespons fenomena pembelian BBM secara berlebihan yang sempat terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena ketersediaan BBM nasional dalam kondisi aman.

“Ya sebenarnya tidak perlu ada (panic buying),” kata dia.

Bahlil menjelaskan lonjakan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Meski demikian, ia menegaskan persoalan utama saat ini bukan pada ketersediaan pasokan energi, melainkan pada tekanan harga di pasar global.

Menurutnya, stok BBM nasional dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melesat, Pemerintah Dorong Percepatan B50 dan E20

“Problemnya kita sekarang bukan di stok. Stok enggak ada masalah, sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di harga,” ujarnya.

Ia juga memastikan keandalan pasokan BBM nasional tetap terjaga meskipun sebagian pengadaan dilakukan melalui pasar spot oleh Pertamina.

Di sisi lain, pemerintah juga membuka peluang koordinasi lintas kementerian untuk merespons lonjakan harga minyak dunia yang telah melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Sebagaimana diketahui, asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 dipatok sebesar US$ 70 per barel.

Sementara itu, harga minyak global terus merangkak naik seiring memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak tercatat melonjak sekitar 25% dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022.

Per Senin (9/3) pukul 11.30 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 tercatat mencapai US$ 119,50 per barel. Adapun minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 berada di level US$ 119,48 per barel.

Kenaikan ini membuat harga minyak dunia jauh melampaui asumsi ICP dalam APBN 2026. Jika tren harga tinggi berlanjut, kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran subsidi energi pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×