Reporter: Hervin Jumar | Editor: Noverius Laoli
Pemerintah pun mengonfirmasi adanya efek rambatan dari sektor plastik ke harga pangan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyebut gangguan pasokan bahan baku plastik mulai berdampak pada pelaku usaha beras dan gula.
“Dengan adanya gejolak geopolitik, memang ada beberapa yang mengalami kenaikan. Salah satunya plastik karena biji plastik merupakan turunan dari pengolahan minyak bumi dan banyak bersumber dari Timur Tengah,” kata Ketut.
Menurutnya, hasil perhitungan bersama pelaku usaha menunjukkan dampak biaya plastik cukup terasa di tingkat produksi.
Baca Juga: Kesenjangan Akses Internet Masih Lebar, Satelit Jadi Solusi di Indonesia Timur
“Pelaku usaha menyampaikan untuk beras sekitar Rp350 per kilogram, sementara gula sekitar Rp150 per kilogram,” ujarnya.
Kendati demikian, Bapanas menilai fluktuasi harga beras dan gula dalam sebulan terakhir masih terkendali dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Pergerakan harga masih berada dalam kisaran wajar dan tidak menembus kenaikan tinggi. Ketut menegaskan pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas kementerian untuk menjaga pasokan plastik agar tidak semakin menekan harga pangan.
“Kalau tidak dijaga, harga bisa terkoreksi naik karena dampak Rp 350 per kilo itu terlihat kecil, tapi tetap berpengaruh,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













