kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

HBA November cetak rekor, APBI proyeksi harga terkoreksi di Desember


Senin, 08 November 2021 / 20:26 WIB
HBA November cetak rekor, APBI proyeksi harga terkoreksi di Desember
ILUSTRASI. Harga batubara acuan (HBA) diprediksi turun di Desember 2021


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) memprediksi, Harga Batubara Acuan (HBA) berpotensi terkoreksi pada Desember mendatang.

Sekedar informasi, HBA bulan November melonjak sebesar 33% dibandingkan bulan sebelumnya, setelah ditetapkan di level US$ 215,01 per ton. Sekedar mengingatkan, HBA bulan Oktober  sebesar US$ 161,63 per ton.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengungkapkan, HBA November merupakan refleksi indeks rata-rata harga di bulan Oktober. Sejak akhir Oktober tren harga batubara pun terus menurun.

"Utamanya dipicu oleh intervensi dari pemerintah Tiongkok," kata Hendra kepada Kontan.co.id, Senin (8/11).

Dengan kondisi ini maka ada potensi HBA Desember akan terkoreksi karena merefleksikan rata-rata indeks bulan November.

Baca Juga: Harga Batubara Acuan (HBA) capai rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir

Hendra mengungkapkan, ada sejumlah hal yang patut jadi perhatian pemerintah ke depannya khususnya dengan potensi terkoreksinya harga batubara.

Pemerintah dinilai perlu mendukung keberlanjutan industri pertambangan batubara. Apalagi, selama ini industri batubara dianggap banyak menopang ketahanan energi nasional serta mendukung perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

"Dukungan yang diperlukan, agar tidak terlalu membebani industri adalah dengan kenaikan tarif royalti baik pemegang IUPK dan IUP. Karena pada dasarnya berkah harga yang dinikmati saat ini bersifat sementara," ujar Hendra.

Hendra melanjutkan, ke depannya jika harga batubara mengalami koreksi maka perusahaan-perusahaan batubara juga akan dihadapkan pada tantangan global untuk mengurangi penggunaan batubara.

 

Sementara itu, Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava mengungkapkan, intervensi pemerintah China meliputi upaya peningkatan produksi dalam negeri serta membatasi harga komoditas.

"Setiap impor akan dikenakan harga internasional. Sayangnya, ketersediaan batubara global sangat terbatas," kata Dileep kepada Kontan.co.id, Senin (8/11).

Kendati demikian, Dileep enggan berspekulasi lebih jauh mengenai potensi harga batubara dalam waktu ke depan.

Selanjutnya: HBA November melejit, Indika Energy (INDY) fokus kejar target produksi batubara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×