kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

HIMKI: Pertumbuhan Ekonomi Belum Sepenuhnya Dorong Industri Mebel


Kamis, 13 Agustus 2026 / 17:29 WIB
HIMKI: Pertumbuhan Ekonomi Belum Sepenuhnya Dorong Industri Mebel
ILUSTRASI. Pameran Mebel ICE BSD, Tangerang (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri mebel dan kerajinan menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup resilien. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya terasa di level industri. Terutama dari sisi order, utilisasi pabrik, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai 5,29% secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan fondasi ekonomi nasional masih terjaga, di tengah tekanan geopolitik dan perdagangan global.

Namun, kondisi tersebut belum membuat pelaku usaha mebel melakukan ekspansi secara agresif. Pengusaha masih menunggu kepastian order, biaya produksi yang kompetitif, pembiayaan, serta kepastian pasar ekspor.

Baca Juga: Danantara Bidik Hilirisasi Logam Tanah Jarang Hingga Tahap Pemisahan Elemen

“Yang kami rasakan di lapangan adalah pertumbuhan belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi kenaikan order, utilisasi pabrik, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Sobur kepada KONTAN, Kamis (13/8).

Sobur mengatakan, permintaan domestik masih tumbuh, terutama dari sektor hospitality, properti, hotel, restoran, dan proyek komersial. Namun, pertumbuhannya belum merata.

Sementara itu, ekspor mebel Indonesia masih memiliki peluang besar. Nilai ekspor mebel HS 9401–9403 mencapai sekitar US$1,91 miliar pada 2024. Pada Januari-November 2025, ekspor tercatat sekitar US$1,67 miliar.

Amerika Serikat masih menjadi pasar utama dengan menyerap sekitar 54,6% ekspor mebel Indonesia. Kondisi ini dinilai menjadi kekuatan sekaligus risiko, sebab ekspor masih terlalu terkonsentrasi pada satu pasar.

Karena itu, HIMKI mendorong diversifikasi pasar ekspor ke Eropa, Timur Tengah, Kanada, Australia, Jepang, Korea, India, dan pasar lainnya.

Di sisi lain, industri masih menghadapi tekanan biaya produksi. Energi, logistik, pembiayaan, upah, dan biaya kepatuhan terus meningkat ketika buyer global menekan harga.

HIMKI juga menilai produktivitas industri perlu ditingkatkan melalui modernisasi mesin, otomasi, digitalisasi, standardisasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sobur mengapresiasi dukungan pemerintah melalui diplomasi perdagangan, promosi ekspor, business matching, Trade Expo Indonesia, IFEX, serta berbagai FTA dan CEPA. Namun, dukungan tersebut perlu diikuti penguatan ekosistem industri di dalam negeri.

“Promosi ekspor harus menjadi ujung dari sebuah ekosistem industri yang kompetitif, bukan berdiri sendiri,” kata Sobur.

Menurutnya, pemerintah perlu menekan biaya industri melalui pembiayaan ekspor dan investasi mesin dengan bunga kompetitif. Pemerintah juga perlu mempercepat restitusi serta menyederhanakan regulasi dan perizinan.

Selain itu, HIMKI mendorong pemerintah membantu industri menghadapi regulasi keberlanjutan global. Industri juga perlu memperkuat traceability dan sustainability agar tetap mampu mengakses pasar ekspor.

Sobur berharap pemerintah dapat mengintegrasikan kebijakan bahan baku, teknologi, pembiayaan, sumber daya manusia, sustainability, promosi, dan akses pasar. Langkah tersebut dinilai dapat mendorong industri mebel dan kerajinan naik kelas serta menjadi motor ekspor manufaktur dan penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga: Kadin: Tarif Resiprokal AS 10% Masih Kompetitif, Tapi Menekan Margin Eksportir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×