kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

HIMKI Ungkap Faktor Penyebab Turunnya Produksi Kayu Lapis di Kuartal I-2026


Senin, 04 Mei 2026 / 21:23 WIB
HIMKI Ungkap Faktor Penyebab Turunnya Produksi Kayu Lapis di Kuartal I-2026
ILUSTRASI. PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (Dok/FWCT)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menyatakan bahwa saat ini produksi kayu olahan atau plywood tengah mengalami penurunan, khususnya pada periode kuartal I-2026.

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur menjelaskan bahwa ada sejumlah faktor yang menyebabkan turunnya produksi kayu olahan pada periode kuartal I-2026. Faktor utama penurunan, salah satunya adalah pelemahan demand global.

Abdul menyebutkan bahwa pasar utama seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa tengah menahan konsumsi akibat suku bunga tinggi dan perlambatan properti.

Kemudian, faktor yang kedua yakni karena adanya ketidakpastian regulasi domestik.

Baca Juga: HIMKI: Produksi Kayu Olahan Turun 20% pada Kuartal I-2026

"Pelaku industri cenderung wait and see karena dinamika kebijakan terkait bahan baku dan ekspor," ujar Abdul kepada Kontan, Senin (4/5/2026).

Abdul menuturkan bahwa struktur industri yang belum efisien juga merupakan faktor penyebab turunnya produksi kayu lapis saat ini.

"Masih ada gap antara hulu (penghasil kayu) dan hilir (industri olahan), sehingga tidak optimal," kata Abdul.

Selanjutnya, tekanan daya saing juga menjadi faktor lainnya yang menyebabkan turunnya produksi kayu. "Negara pesaing seperti Vietnam lebih agresif dalam efisiensi, kebijakan, dan penetrasi pasar," ungkap dia.

Diketahui, HIMKI mengklaim bahwa produksi kayu olahan mengalami penurunan 10%-20% pada periode kuartal I-2026.

Baca Juga: HIMKI Tolak Wacana Relaksasi Ekspor Kayu Bulat, Berpotensi Ganggu Hilirisasi

Abdul menuturkan bahwa tren penurunan produksi kayu olahan di kuartal I-2026 bersifat indikatif karena masing-masing segmen dan wilayah mengalami tekanan yang berbeda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×