kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.200   150,00   0,83%
  • IDX 5.342   -252,63   -4,52%
  • KOMPAS100 698   -37,93   -5,15%
  • LQ45 527   -30,67   -5,50%
  • ISSI 185   -9,94   -5,11%
  • IDX30 298   -17,74   -5,61%
  • IDXHIDIV20 370   -21,50   -5,49%
  • IDX80 79   -4,39   -5,24%
  • IDXV30 102   -4,22   -3,96%
  • IDXQ30 96   -6,26   -6,12%

Hinabi meramal produksi alat berat tahun ini turun signifikan


Minggu, 04 Oktober 2020 / 15:58 WIB
ILUSTRASI. Produksi Alat Berat


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak Pandemi Covid-19 turut menekan industri alat berat yang produksinya turun drastis melebihi setengah kapasitas produksi.

Ketua Umum Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) Jamaluddin mengungkapkan tertekannya produksi diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir tahun ini.

"Kuartal III masih belum membaik. (Proyeksi) kuartal IV masih belum membaik, masih stagnan," ujar Jamaluddin kepada Kontan.co.id, Minggu (4/10).

Ia merinci, pada tahun ini produksi alat berat diperkirakan turun tajam hingga 62% year on year (yoy). Adapun, Hinabi memperkirakan produksi alat berat tahun ini hanya akan mencapai 3.000 unit.

Baca Juga: Kobexindo Tractors (KOBX) pacu pendapatan dari sektor non pertambangan

Sementara itu, per Juni 2020 lalu jumlah produksi alat berat baru mencapai 1.500 unit. Padahal, secara rerata kapasitas produksi alat berat menurut Hinabi bisa mencapai 10.000 unit.

Adapun, pertambangan merupakan sektor yang mengalami penurunan paling signifikan.

"(Penurunan) paling dominan pertambangan, untuk sektor lain yang ada kenaikan di konstruksi," jelas Jamaluddin.

Kendati demikian, pihaknya berharap produksi alat berat dapat mulai pulih di 2021 mendatang.

Selanjutnya: Laju Penjualan Alat Berat Semester II Masih Tersendat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×