kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Hingga akhir tahun, Pupuk Indonesia targetkan penjualan ekspor Rp 8,31 triliun


Selasa, 18 September 2018 / 19:59 WIB
Hingga akhir tahun, Pupuk Indonesia targetkan penjualan ekspor Rp 8,31 triliun
Ekspor pupuk urea di Pelabuhan PT Pupuk Kaltim


Reporter: Nur Pehatul Janna | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pupuk Indonesia Group memproyeksi dapat mengekspor pupuk Urea, Amoniak, dan NPK hingga Rp 8,31 triliun di tahun ini.

Aas Asikin Idat, Direktur Utama Pupuk Indonesia mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menjaga penjualan ekspor sebagai upaya memacu pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyumbang devisa negara.

"Ini merupakan kebanggaan tersendiri karena produk pupuk kami miliki daya saing tinggi dan diterima di pasar Internasional," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Selasa (18/9).

Menurutnya, hingga Agustus 2018 perusahaan mencatat penjualan ekspor sebanyak 1,08 juta ton yang terdiri dari Urea 616,29 ton, Amoniak 371,84 ton serta NPK sebanyak 93,29 ton dengan total nilai Rp 4,55 triliun.

"Ke depannya untuk meningkatkan ekspor kami akan memperkuat jaringan di negara-negara tujuan melalui berbagai kegiatan promosi tingkat internasional dan ikut dalam kegiatan misi dagang," tuturnya.

Berdasarkan riset Kontan.co.id, realisasi ekspor tersebut meningkat 35% dari target ekspor Pupuk Indonesia Grup tahun 2018 sebesar 800.000 ton.

Sementara untuk stok pupuk nasional, Pupuk Indonesia telah menyediakan stok dua kali lipat melebihi ketentuan stok yang ditentukan pemerintah sehingga cukup untuk musim tanam Oktober 2018 hingga Maret 2019.

"Total stok pupuk nasional hingga 12 September ini secara nasional di lini III&IV; atau gudang kabupaten dan kios sebesar 1,47 juta ton," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×