kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hingga Februari 2021, Wika Gedung (WEGE) catatkan kontrak baru Rp 501 miliar


Kamis, 04 Maret 2021 / 17:07 WIB
Hingga Februari 2021, Wika Gedung (WEGE) catatkan kontrak baru Rp 501 miliar
ILUSTRASI. Pekerja melintas didekat proyek pembangunan rumah sakit darurat COVID-19 milik Pertamina di Jakarta, Sabtu (2/5/2020). TRIBUNNEWS/HERUDIN


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) optimistis prospek positif sektor properti bisa mendongkrak kinerja di tahun ini. Selama dua bulan di 2021, WEGE mencatatkan kontrak baru lebih dari Rp 500 miliar.

Sekretaris Perusahaan WEGE Bobby Kusuma menyampaikan, kontrak baru yang dicatatkan hingga Februari sebesar Rp 501,95 miliar. Terdiri dari tiga segmen utama yakni konstruksi, modular and concession, serta pracetak gedung.

Adapun pada tahun ini WEGE membidik kontrak Rp 15,52 triliun. Target di 2021 terdiri dari target kontrak baru Rp 4,22 triliun termasuk joint operations (JO) dan carry over tahun 2020 sebesar Rp 11,3 triliun.

Baca Juga: Penjualan batubara dan emas United Tractors (UNTR) tumbuh positif di Januari 2021

"(Target kontrak) Rp 15,52 triliun itu order book atau kontrak dihadapi. (Realisasi) Rp 500 miliar itu kontrak baru dari target yang Rp 4,2 triliun," terang Bobby kepada Kontan.co.id, Kamis (4/3).

Untuk pengembangan bisnis di tahun 2021, WEGE akan menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 301,07 miliar. 

Anggaran capex itu akan dialokasikan untuk investasi aset tetap dan intangible asset sebesar Rp 39 miliar dan pengembangan usaha senilai Rp 262 miliar. "Diupayakan sesegera mungkin kami realisasikan (capex)," sambung Bobby.

Dia menambahkan, sektor properti tahun ini bisa terdongkrak dengan deretan insentif yang disiapkan pemerintah. Mulai dari kemudahan down payment (DP) 0% hingga insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Baca Juga: Menteng Heritage (HRME) harap ada program vaksinasi untuk sektor perhotelan

Sebagai kontraktor, WEGE berharap insentif tersebut bisa menjadi pendorong meningkatnya minat para pembeli properti. "Sehingga owner proyek melihat prospek properti ini mulai kembali menggeliat," sebut Bobby.

Dari sisi penjualan termasuk JO, pada tahun ini WEGE membidik target Rp 3,84 triliun. Sedangkan target laba bersih mencapai Rp 231,67 miliar. Untuk mencapai target tersebut, WEGE bakal menyasar proyek-proyek dari pemerintah maupun swasta yang pada tahun ini akan lebih banyak dibanding 2020.

"Kami berupaya keras agar target tahun ini tercapai, karena peluang atas rencana proyek gedung baik itu dari pemerintah ataupun swasta cukup besar dibandingkan tahun lalu," pungkas Bobby.

Selanjutnya: Jumlah kepemilikan Grup Emtek atas saham Omni Hospital (SAME) bakal kian gemuk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×