kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.039.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.774   -49,00   -0,29%
  • IDX 8.254   -68,32   -0,82%
  • KOMPAS100 1.159   -10,34   -0,88%
  • LQ45 837   -6,17   -0,73%
  • ISSI 293   -3,35   -1,13%
  • IDX30 442   -3,89   -0,87%
  • IDXHIDIV20 532   -3,35   -0,63%
  • IDX80 129   -1,01   -0,78%
  • IDXV30 145   -0,88   -0,61%
  • IDXQ30 142   -1,29   -0,90%

Potensi Investasi Ekosistem Semikonduktor Perusahaan RI - AS Tembus US$ 31 Miliar


Kamis, 26 Februari 2026 / 10:47 WIB
Potensi Investasi Ekosistem Semikonduktor Perusahaan RI - AS Tembus US$ 31 Miliar
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan ekosistem industri semikonduktor yang melibatkan perusahaan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) berpotensi mengalirkan total investasi sampai dengan US$ 31,59 miliar.  Joint Development Agreement (JDA) untuk proyek industri teknologi tinggi ini telah ditandatangani pada 18 Februari 2026.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyaksikan penandatanganan JDA tersebut.  JDA pengembangan ekosistem semikonduktor tahap pertama diestimasikan mencapai US$ 4,89 miliar, dengan potensi tambahan investasi selanjutnya hingga US$ 26,7 miliar. 

Kerja sama ini melibatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri (KI) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco Industrial Park (GESEIP) yang digarap oleh PT Galang Bumi Industri (GBI) sebagai pihak pelaku usaha Indonesia, serta perusahaan AS Essence Global Group, LLC. dan Tynergy Technology Corp sebagai mitra strategis pengembang teknologi.

Menko Airlangga menegaskan bahwa pengembangan ekosistem semikonduktor merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperdalam struktur industri dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai global. Dengan begitu, Indonesia tidak lagi diposisikan hanya sebagai pasar teknologi, tetapi sebagai basis produksi dan pengembangan teknologi strategis.

Baca Juga: Elnusa (ELSA) Sukses Laksanakan Proyek Survei Seismik 3D

“JDA ini bukan sekadar investasi finansial. Ini adalah bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global. Kita ingin memastikan Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai semikonduktor dunia, memperkuat kemandirian industri, dan meningkatkan daya tawar dalam rantai pasok global,” kata Airlangga dalam keterangan yang disiarkan beberapa hari lalu.

Investasi ini diperkirakan akan menciptakan sekitar 5.000 lapangan pekerjaan terampil, sekaligus mempercepat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional. Pekerjaan yang tercipta akan berfokus pada bidang rekayasa, manufaktur wafer, teknologi material maju, serta sistem energi generasi baru yang memiliki nilai tambah tinggi dan dampak jangka panjang bagi daya saing industri nasional.

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup empat poin utama. Pertama, investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur. Kedua, perluasan inisiatif energi terbarukan dan proyek industri hijau.

Ketiga, program pengembangan tenaga kerja dan strategi penciptaan lapangan kerja. Keempat, penelitian dan pengembangan bersama dalam teknologi mutakhir. 

Sebagai informasi, perusahaan mitra dari AS memiliki spesialisasi dalam proses plasmonik inovatif untuk memproduksi wafer ingot dan sel surya, serta mengintegrasikan teknologi amplifikasi energi canggih, termasuk pengembangan teknologi penyalaan fusi dan berbagai sumber energi berkelanjutan generasi baru lainnya.

Direktur Utama PT Galang Bumi Industri, Ahmad Maruf Maulana sebelumnya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret hilirisasi industri berbasis energi hijau dan teknologi semikonduktor di Indonesia.

“Ekosistem yang dibangun dalam PSN Wiraraja GESEIP ini mencakup hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi, mulai dari pemurnian bahan baku kaca hingga produksi polysilicon untuk kebutuhan semikonduktor dan solar cell," terang Ma'ruf.

Tynergy Group of Companies (PT Tynergy Technology Group – Indonesia) akan mengembangkan ekosistem hilirisasi yang mencakup pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca melalui PT Quantum Luminous Indonesia, serta pemurnian polysilicon melalui PT Essence Global Indonesia. Pada tahap awal, nilai investasi yang digelontorkan mencapai US$ 4,9 miliar. 

Apabila tahap awal berjalan sukses, selanjutnya ada tambahan investasi sebesar US$ 26,7 miliar yang akan direalisasikan guna memproduksi ingot wafer, wafer slicing, hingga fabrikasi untuk melengkapi siklus produksi semikonduktor secara terintegrasi di Indonesia.

Dalam perjanjian yang ditandatangani, disebutkan bahwa kerja sama mencakup investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur di Galang, perluasan proyek energi terbarukan, pengembangan tenaga kerja, serta riset dan pengembangan teknologi mutakhir.

Investasi awal Tynergy Technology Corp sendiri ditargetkan mencapai sekitar US$ 250 juta untuk pembangunan fasilitas manufaktur di Galang dengan proyeksi penciptaan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil. 

"Kolaborasi ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri semikonduktor dan energi terbarukan, sekaligus mendukung agenda pengembangan pusat data berbasis kecerdasan artifisial (AI) serta transisi energi berkelanjutan di kedua negara," tandas Ma'ruf.

Baca Juga: Pertamina Amankan Pasokan BBM hingga Rest Area Jelang Mudik Lebaran

Selanjutnya: Grafik Harga Emas Antam Batangan (26 Februari 2026), Hari Ini Naik atau Turun?

Menarik Dibaca: Promo HokBen Payday Deals Cuma 4 Hari: Makan Berdua Mulai Rp 40 Ribuan, Hematnya Pol!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×