kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hippindo: Tarif Sewa Mal di Jabodetabek Bakal Naik 5%-10% pada Tahun 2024


Kamis, 18 April 2024 / 18:36 WIB
Hippindo: Tarif Sewa Mal di Jabodetabek Bakal Naik 5%-10% pada Tahun 2024
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Colliers Indonesia memprediksi, harga sewa mal diperkirakan akan mengalami kenaikan tahun ini. Kenaikan itu disebabkan oleh kelelahan pengelola yang telah menghadapi tantangan berat pasca pandemi COVID-19.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah menegaskan bahwa bakal ada kenaikan tarif sewa mal pada tahun ini. Namun, kembali lagi tidak semua mal bakal menaikan biaya sewanya.

"Kenaikan biaya sewa mal ada yang naik ada yang tidak. Jadi tidak semua naik. Jadi kembali lagi ke kontraknya kalau kontraknya sudah lima tahun lalu dan perlu perpanjangan pasti naik ya masa gak dinaikin. Kalau yang belum perpanjangan ya ga naik," jelas Budihardjo saat ditemui usai acara pengukuhan pengurus DPP Hippindo di Jakarta, Kamis (18/4).

Baca Juga: Kenaikan Tarif Sewa Pusat Perbelanjaan Tak Menurunkan Tingkat Okupansi Mal

Namun, Budi memastikan bahwa besaran kenaikan tarif sewa tersebut berada dikisaran 5% hingga 10%. "Besarannya kenaikannya itu selama ini antara inflasi ya 5-10 persen," sambungnya.

Budi pun menegaskan bahwa naiknya tarif sewa mal itu tidak berpengaruh pada penurunan tingkat okupansi mal. Menurutnya, traffic pengunjung yang berdampak pada naik turunnya okupansi mal.

"Sebenarnya paling penting mal itu traffic makanya kita harapkan belanja di Indonesia ini mendatangkan traffic turis luar negeri dan turus dalam negeri Jadi orang kayak lebaran kemarin pindah pindah rame tiap daerah. Jadi ga perlu takut sama yang namanya barang impor dan kenaikan," tegasnya.

Untuk itu, Budi meminta agar setiap mal memiliki program-program menarik yang dapat mendatangkan traffic pengunjung. "Kalau ada kenaikannya wajarlah harus naik. Kalau ga naik kasian yang punya mal. Tapi balik lagi traffic-nya ada ga yang belanjanya . Untuk itu harus membuat program program yang mendatangkan traffic dan bawa uang yaitu turisnya harus belanja beli makan dan minum di mal indonesia," pungkasnya.

Baca Juga: Terimbas Aturan Permendag 36/2023, Penjualan Ritel Turun di Periode Ramadan 2024

Sebelumnya, Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan bahwa tarif sewa mall akan mengalami kenaikan karena tingkat kunjungan mal membaik. 

Namun, kenaikan tarif sewa diprediksi tidak akan terlalu signifikan terjadi karena pengembang sudah menetapkan fokus untuk membuat mal menjadi lebih hidup.

Adapun, Rata-rata harga sewa ruang ritel di Jakarta pada kuartal IV tahun 2023 adalah Rp 563.428 per meter persegi. Sementara di area Bodetabek, rata-rata harga sewanya lebih terjangkau yakni Rp 388.614 per meter persegi.

Kemudian, untuk komponen biaya pemeliharaan mal-mal di Jakarta besarannya mencapai Rp 153.519 per meter persegi per bulan. Sedangkan di Bodetabek, biaya pemeliharaannya adalah Rp 120.128 per meter persegi per bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×