kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.927   17,00   0,10%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

HKI: Kawasan Industri Siap Gandeng Perguruan Tinggi Hingga Danantara untuk Hilirisasi


Jumat, 16 Januari 2026 / 12:06 WIB
HKI: Kawasan Industri Siap Gandeng Perguruan Tinggi Hingga Danantara untuk Hilirisasi
ILUSTRASI. HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM (Dok/PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB))


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyoroti pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), riset terapan, dan inovasi untuk mendukung agenda hilirisasi. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam mendukung industri dan investasi strategis.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana menilai arahan tersebut mempertegas kebutuhan kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Ma'ruf menyoroti dukungan perguruan tinggi terhadap 18 proyek strategis hilirisasi yang dikelola Danantara menunjukkan arah kebijakan yang semakin terintegrasi antara pengembangan SDM, riset, dan investasi.

“HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM, riset terapan, dan inovasi. Ini sangat relevan untuk memastikan investasi strategis benar-benar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Ma’ruf dalam rilis yang diterima Kontan.co.id pada Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: HKI Ungkap Capaian dan Tantangan Kawasan Industri 2025 serta Peluang pada 2026

Di sisi penguatan SDM dan riset, HKI menegaskan komitmennya untuk terus menjembatani kebutuhan industri dengan pendidikan tinggi. Komitmen tersebut sebelumnya tertuang dalam nota kesepahaman yang telah ditandatangani di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025.

HKI menandatangani nota kesepahaman bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang berfokus pada penyelarasan kurikulum, riset terapan, dan dukungan terhadap agenda hilirisasi industri. 

“HKI siap terlibat aktif dalam menindaklanjuti arahan Presiden. Kawasan industri dapat menjadi laboratorium nyata bagi riset terapan, pengembangan talenta, serta penyerapan lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan,” kata Ma'ruf.

Kolaborasi Danantara dan Kawasan Industri

Di sisi yang lain, keberadaan Danantara sebagai badan pengelola investasi strategis memiliki peran penting dalam mempercepat pembiayaan dan pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi. Dalam konteks tersebut, HKI memandang kawasan industri sebagai simpul eksekusi yang memastikan proyek berjalan efektif melalui ketersediaan lahan siap bangun, utilitas, kepastian layanan, serta ekosistem industri yang terintegrasi.

HKI menilai relasi Danantara dan kawasan industri bersifat saling melengkapi. Danantara memperkuat sisi pembiayaan dan portofolio proyek strategis, sementara kawasan industri memastikan kesiapan lokasi dan ekosistem usaha, sehingga investasi dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Baca Juga: Okupansi Masih 58,19%, Begini Tantangan & Peluang Investasi di Kawasan Industri

Ma’ruf menegaskan bahwa keberhasilan 18 proyek strategis tersebut akan menciptakan siklus pertumbuhan yang saling menguatkan. “Ketika investasi tumbuh, ekonomi tumbuh. Lapangan kerja tercipta. Pada saat yang sama, ekosistem industri nasional akan semakin kuat dan berdaya saing,” kata Ma'ruf.

Dalam konteks percepatan investasi, HKI siap memperkuat koordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk mendukung kelancaran realisasi proyek. Mulai dari kesiapan kawasan industri, fasilitasi perizinan, hingga pengawalan isu-isu debottlenecking yang kerap dihadapi investor.

HKI berharap sinergi antara pemerintah, Danantara, perguruan tinggi, dan pelaku kawasan industri dapat berjalan konsisten dan terukur. "Sehingga agenda hilirisasi dan investasi strategis tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan," tandas Ma'ruf.

Selanjutnya: Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Catatkan Rekor baru Kemarin

Menarik Dibaca: Starbucks hingga PHD Hemat! Ini 8 Daftar Promo Long Weekend Isra Miraj Paling Viral

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×