kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Honda Jazz Hybrid tunggu regulasi di dalam negeri


Rabu, 20 November 2013 / 11:32 WIB
Honda Jazz Hybrid tunggu regulasi di dalam negeri
ILUSTRASI. Promo Sociolla 7.7 Diskon s/d 77%


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

SAITAMA. Honda Prospect Motor (HPM) mempunyai keinginan memasukkan Jazz versi hibrida ke Tanah Air. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Harga jual yang cukup tinggi menjadi permasalahan utama. Hal tersebut merupakan efek dari pajak impor untuk model hibrida yang masih mahal.

"Sebenarnya kami ingin memasukkan varian hibrida ke Indonesia. Namun, saat ini bukanlah waktu yang tepat. Sebab, jika dipaksakan pasti harganya akan jadi mahal. Regulasi pemerintah tentang mobil ramah lingkungan bisa jadi jalan keluar," ungkap Tomoki Uchida, Presiden Direktur HPM, di sela-sela kunjungan ke pabrik Yorii, Saitama, Jepang, Senin (18/11).

Kemungkinan mengimpor dari Honda Malaysia pun masih dirasa berat, meski pajak impor tergolong lebih rendah ketimbang diimpor dari Jepang. Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM, menjelaskan, masih ada pajak yang dibebankan pada Jazz hibrida, dan itu masih membuat harga jual tetap tinggi.

"Jika regulasi tersebut jadi dikeluarkan pemerintah, peluang masuknya Jazz Hybrid ke Indonesia makin besar," tutup Jonfis. (Aris F. Harvenda/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×