kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Hortindo: Penjualan benih naik 10%


Jumat, 21 Oktober 2016 / 16:35 WIB
Hortindo: Penjualan benih naik 10%


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Meski curah hujan tinggi, penjualan benih hortikultura masih segar. Afrizal Gindow Asosiasi Perusahaan Benih Hortikultura (Hortindo) mengatakan, selama periode Januari sampai Juni 2016, total penjualan benih naik sekitar 5%-10% dari periode yang sama tahun lalu.

Jenis benih yang paling besar memberikan kontribusi adalah kangkung dan kacang-kacangan, kemudian jagung manis, timun, tomat, dan cabai. "Karena curah hujan tinggi otomatis ada kecukupan air sehingga, petani kangkung dapat rutin menanam tiap bulan," katanya pada KONTAN, Jumat (21/10).

Para petani tidak perlu takut untuk kehabisan stok benih. Afrizal mengaku, stok cukup hingga akhir tahun karena para industri benih memproduksi benih cukup banyak pada tahun 2015. Tiap tahun, total produksi perusahaan benih mencapai sekitar 7.000 ton.

Harga jual benih saat ini pun sedang terangkat. Harga benih kangkung misalnya, mencapai Rp 1.000 per ikat dari sebelumnya hanya Rp 500 per ikat.

Namun, badai La Nina yang melanda Indonesia saat ini bisa terasa dampaknya pada tahun depan. Diperkirakan, produksi benih tahun 2016 turun sekitar 3%-5% dari tahun 2015. " Curah hujan tinggi, menghambat proses penjemuran," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×