kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.555   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hortindo: Penjualan benih naik 10%


Jumat, 21 Oktober 2016 / 16:35 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Meski curah hujan tinggi, penjualan benih hortikultura masih segar. Afrizal Gindow Asosiasi Perusahaan Benih Hortikultura (Hortindo) mengatakan, selama periode Januari sampai Juni 2016, total penjualan benih naik sekitar 5%-10% dari periode yang sama tahun lalu.

Jenis benih yang paling besar memberikan kontribusi adalah kangkung dan kacang-kacangan, kemudian jagung manis, timun, tomat, dan cabai. "Karena curah hujan tinggi otomatis ada kecukupan air sehingga, petani kangkung dapat rutin menanam tiap bulan," katanya pada KONTAN, Jumat (21/10).

Para petani tidak perlu takut untuk kehabisan stok benih. Afrizal mengaku, stok cukup hingga akhir tahun karena para industri benih memproduksi benih cukup banyak pada tahun 2015. Tiap tahun, total produksi perusahaan benih mencapai sekitar 7.000 ton.

Harga jual benih saat ini pun sedang terangkat. Harga benih kangkung misalnya, mencapai Rp 1.000 per ikat dari sebelumnya hanya Rp 500 per ikat.

Namun, badai La Nina yang melanda Indonesia saat ini bisa terasa dampaknya pada tahun depan. Diperkirakan, produksi benih tahun 2016 turun sekitar 3%-5% dari tahun 2015. " Curah hujan tinggi, menghambat proses penjemuran," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×