kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.924   33,00   0,20%
  • IDX 7.421   31,66   0,43%
  • KOMPAS100 1.031   3,76   0,37%
  • LQ45 757   4,78   0,64%
  • ISSI 261   1,21   0,47%
  • IDX30 403   3,76   0,94%
  • IDXHIDIV20 498   7,42   1,51%
  • IDX80 116   0,43   0,37%
  • IDXV30 134   1,38   1,04%
  • IDXQ30 130   1,41   1,09%

Hutama Karya Proyeksikan Trafik Tol Meningkat 47,67% pada Periode Mudik 2026


Kamis, 12 Maret 2026 / 09:44 WIB
Hutama Karya Proyeksikan Trafik Tol Meningkat 47,67% pada Periode Mudik 2026
ILUSTRASI. Proyeksi trafik JTTS Lebaran 2026 melonjak 47,67% dari normal. (DOK/Hutama Karya)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hutama Karya (Persero) memproyeksikan trafik di koridor Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dioperasikan perusahaan dapat meningkat 47,67% dibandingkan kondisi normal pada periode mudik Idulfitri 2026.

Plh. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani mengatakan bahwa dalam mengantisipasi lonjakan ini, pihaknya menyiapkan sejumlah strategi seperti penguatan layanan lalu lintas, transaksi, dan fasilitas pendukung di koridor di JTTS.

"Dukungan operasional disiagakan dengan 467 unit armada, 3.273 petugas, serta pemantauan real time melalui 1.547 CCTV dan 107 VMS," ujarnya kepada Kontan, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Langkah Strategis Menuju Kebangkitan Industri Tekstil

Adapun dari sisi transaksi, Hutama Karya memperkuat layanan di 61 gerbang tol dan 37 lokasi top up, didukung 134 unit mobile reader dan 134 personel top up, serta menyiapkan 33.623 kartu uang elektronik guna mengurangi antrean. Hamdani menyebut, informasi layanan dan perjalanan juga dapat diakses secara cepat melalui HK Toll Apps.

Hutama Karya memprediksi bahwa trafik tertinggi dibandingkan periode normal terjadi pada ruas Sigli–Banda Aceh. Hal ini, kata Hamdani, seiring dengan dukungan ruas fungsional Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) sepanjang 23,955 km yang memperkuat keterhubungan jaringan tol dan mendorong peningkatan mobilitas pengguna jalan di koridor tersebut.

Secara umum, Hutama Karya optimistis periode mudik dan balik Lebaran menjadi momentum yang dapat berkontribusi signifikan kepada pendapatan perusahaan.

Dus, menurut Hutama Karya, kelancaran arus mudik di jalan tol ditentukan oleh kesiapan layanan operasional dan pemantauan lalu lintas, serta kelancaran transaksi di gerbang tol termasuk kesiapan top up dan uang elektronik. 

Baca Juga: Bukan Arab Saudi, Ini Negara Sumber Impor Minyak Terbesar Bagi Indonesia

Selain itu, kesiapan fasilitas 31 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) untuk mendukung kebutuhan pemudik. Seperti parkir, SPBU reguler/modular, SPKLU, toilet, klinik, ruang laktasi, dan ATM mobile.

"Koordinasi aktif dengan instansi terkait dan keterbukaan informasi kepada publik juga menjadi faktor penting bagi kami untuk menjaga perjalanan tetap aman dan nyaman," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×