kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.823   -5,00   -0,03%
  • IDX 8.126   94,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.145   12,93   1,14%
  • LQ45 827   6,36   0,77%
  • ISSI 288   4,50   1,59%
  • IDX30 430   3,40   0,80%
  • IDXHIDIV20 517   3,74   0,73%
  • IDX80 128   1,34   1,05%
  • IDXV30 141   1,34   0,96%
  • IDXQ30 140   1,05   0,76%

Hutchison 3 Indonesia mencatat kenaikan data 10% dari aplikasi streaming video


Selasa, 08 September 2020 / 20:09 WIB
Hutchison 3 Indonesia mencatat kenaikan data 10% dari aplikasi streaming video
ILUSTRASI. Sejak pemberlakuan WFH dan SFH, Hutchison 3 mencatatkan pertumbuhan permintaan data dari aplikasi streaming video di atas 10%.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hutchison 3 Indonesia merasakan dampak positif dari aplikasi streaming video. Sejak pemberlakuan WFH dan SFH perusahaan mencatatkan pertumbuhan permintaan data dari aplikasi streaming video di atas 10%.

Wakil Direktur Utama Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah menyebutkan ada dua segmen yang berkembang. Pertama, aplikasi yang mendukung kegiatan WFH dan SFH seperti video conference seperti Zoom dan Microsoft Team serta aplikasi berbasis daring seperti Google Classroom, Zenius, Ruangguru, dan lainnya. Kedua segmen entertainment seperti over the top (OTT), gim, dan sosial media.

"Untuk entertainment video streaming yang paling besar naiknya, lebih dari 10% dibandingkan dengan tahun lalu," kata Danny kepada Kontan.co.id, Selasa (8/9).

Asal tahu saja, 3 Indonesia telah bekerja sama dengan beberapa OTT seperti Viu dan Amazon Prime Video. Danny bilang, ke depan akan terus mengembangkan layanan OTT-nya.

Baca Juga: Hutchison 3 Indonesia menilai peningkatan data sudah mulai datar

Hanya saja, dia menegaskan kendati terjadi peningkatan dari sisi pendapatan kontribusi bundling dengan aplikasi video streaming belum terlalu besar. Sebabnya, dia menilai ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu penggunaan data untuk mengakses video streaming dan harga konten yang dibayarkan.

"Dari konten secara year on year naik signifikan mencapai 20%-30%, tapi jumlahnya tidak besar dibandingkan pendapatan dari data," ujar Danny. Secara keseluruhan untuk video streaming pertumbuhan pendapatan mencapai di atas 10%. Namun, dari sisi kontribusi terhadap total pendapatan masih di level high single digit.

Selanjutnya: Dukung pembelajaran jarak jauh di masa pandemi, 3 Indonesia berikan kuota 30 GB

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×