kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Hyundai Genjot Penjualan EV dengan Perkuat Ekosistem


Jumat, 07 November 2025 / 21:31 WIB
Hyundai Genjot Penjualan EV dengan Perkuat Ekosistem
ILUSTRASI. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menggenjot penjualan kendaraan listrik (electric vehicles/EV) dengan penguatan ekosistem.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menggenjot penjualan kendaraan listrik (electric vehicles/EV) dengan penguatan ekosistem.

Kepala Operasional HMID, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, pihaknya memperkuat ekosistem EV melalui pabrik baterai dan perakitan di Indonesia, serta pengembangan jaringan dealer dan infrastruktur pengisian daya.

"Kami menawarkan kendaraan EV dengan build quality yang baik melalui lini produk seperti all-new KONA Electric dan IONIQ 5," katanya kepada Kontan, Jumat (7/11/2025).

Adapun keunggulan utama EV milik pihaknya, lanjut Fransiscus, terletak pada fitur seperti Vehicle-to-Load (V2L), sistem keselamatan aktif Hyundai SmartSense, serta konektivitas digital melalui Hyundai Bluelink.

Baca Juga: Strategi MG Motor Dongkrak Penjualan Mobil Listrik, dari Promosi hingga Home Charging

Lebih lanjut, ia bilang pihaknya memperkuat penetrasi pasar dengan jaringan dealer sejumlah lebih dari 120, serta memperluas titik pengisian daya hingga lebih dari 600 titik. 

Fransiscus juga mengungkap sisi kemudahan pembelian yang ditawarkan pihaknya. Salah satunya, melalui Hyundai Finance yang dioperasikan bersama Hyundai Capital Finance.

"Program ini memberikan fleksibilitas pembiayaan dan kemudahan memiliki kendaraan Hyundai termasuk lini EV," imbuhnya.

Selain itu, Fransiscus bilang pihaknya turut menghadirkan layanan purnajual meliputi garansi baterai hingga 8 tahun, serta dukungan layanan darurat seperti roadside assitance dan mobile charging.

Baca Juga: Persaingan Makin Ketat, Pangsa Pasar Mobil Listrik di Indonesia Tembus 10%

Bagaimanapun, Fransiscus turut menyorot industri otomotif yang masih menghadapi tantangan daya beli hingga kuartal III-2025. Menurutnya, dinamika pasar menuntut kolaborasi lintas sektor.

"Maka, kami menilai penting bagi seluruh pelaku industri untuk bersama-sama menggairahkan kembali minat terhadap EV melalui edukasi, inovasi, dan perluasan ekosistem," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×