Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah mempersiapkan groundbreaking atau peletakan batu pertama atas proyek Dimetil Eter (DME) atau gasifikasi gas dari batubara pada Maret 2026.
"Insya allah, mudah-mudahan yang DME akan segera kita announce dalam 1-2 bulan ini, mungkin satu bulan ya, satu bulan ini akan kita announce mengenai groundbreaking untuk DME di Bukit Asam," kata Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria di kantor Danantara Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Dony mengatakan bahwa saat ini Danantara masih menentukan teknologi terbaik yang bisa diterapkan pada proyek DME Ini.
Baca Juga: Danantara Pastikan Groundbreaking Proyek DME Batubara Paling Lambat Awal Februari
"Kita sedang menentukan teknologi yang akan kita pakai, tentunya teknologi yang kita pakai akan menentukan outputnya juga harus kompetitif. Kita tidak mau nanti output gasnya itu tidak kompetitif dan akhirnya tidak diserap oleh pasar," ungkap Dony.
"Kita tentu sesuai dengan arah Pak Rosan, kita akan melakukan kajian yang sangat detail," tambahnya.
Sebelumnya, Dony sempat menyebut bahwa proyek substitusi LPG ini akan dilaksanakan pada akhir Januari atau paling lambat awal Februari 2026.
"Awal Februari atau akhir Januari, tergantung jadwal Presiden," kata Dony saat ditemui di kawasan Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Sayangnya, Dony tidak memberikan detail terkait tempat pelaksanaan groundbreaking proyek DME tersebut. Tapi ia memastikan proyek tersebut akan dipimpin oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
"PTBA," jawabnya singkat.
Dalam paparannya, Dony juga mengakui bahwa proyek DME memiliki tantangan dari segi ekonomis. Namun menurutnya, proyek ini harus tetap dilakukan untuk menekan impor dari kebutuhan LPG dalam negeri.
Baca Juga: Pertamina Bakal Serap Proyek DME Hasil Hilirisasi Batubara
"Banyak yang men-challenge bahwa secara ekonomis apakah dampaknya ada atau tidak. Tapi kan kita tidak bisa melihat itu stand alone. Kita mesti melihat impact secara keseluruhan," kata dia.
Menurutnya, dengan menggunakan DME, devisa yang terpakai untuk melakukan impor LPG akan berkurang. Yang kedua berkaitan dengan penekanan dana subsidi LPG.
"Nah karena itulah kita akan melakukan groundbreaking terhadap DME. Konversi dari batu bara yang low-guard (kalori rendah) menjadi gas. Nanti gas inilah yang akan kita distribusikan," ungkap dia.
Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) Tunggu Arahan Danantara soal Proyek Hilirisasi Batubara DME
Selanjutnya: Sanurhasta Mitra (MINA) Bantah Terlibat Kasus Minna Padi
Menarik Dibaca: Sambut Imlek, Genki Sushi Hadirkan 3 Menu dengan Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













