CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Hyundai Nilai Penurunan Pajak Otomotif Perlu Dikaji Seimbang dengan Investasi


Jumat, 17 April 2026 / 17:33 WIB
Hyundai Nilai Penurunan Pajak Otomotif Perlu Dikaji Seimbang dengan Investasi
ILUSTRASI. Hyundai Santa Fe (chelsea KONTAN/Hyundai Santa Fe)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana penurunan pajak kendaraan untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif dinilai perlu dikaji secara menyeluruh. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menilai kebijakan tersebut harus mempertimbangkan keseimbangan antara penerimaan negara dan masuknya investasi.

Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memiliki kajian internal terkait besaran pajak ideal untuk sektor otomotif. Namun, ia menilai peran pajak tetap krusial bagi negara berkembang seperti Indonesia.

“Kami ini kan adalah negara berkembang gitu ya, developing country, sehingga salah satu kita untuk bisa istilahnya public services seperti government, itu kan mendapatkan penghasilan itu kan adalah dari pajak,” ujarnya usai acara Hyundai Premium Courtesy Car Program di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: Permintaan Mobil Listrik Meningkat, APM Andalkan Efisiensi dan Strategi First Buyer

Ia menjelaskan, industri otomotif selama ini merupakan salah satu kontributor besar terhadap penerimaan pajak negara. Karena itu, kebijakan penurunan pajak tidak bisa dilihat hanya dari sisi peningkatan permintaan kendaraan semata.

Menurutnya, secara teori, penurunan pajak memang dapat mendorong permintaan melalui penurunan harga jual kendaraan. Namun, dampak kebijakan tersebut perlu dilihat secara lebih luas, termasuk kontribusinya terhadap investasi.

"Kalau dengan kami mengatakan tax dikurangi terus kemudian dampaknya akan positif lalu nanti orang jualannya akan naik gitu, tapi investasinya enggak ada yang masuk ke kita gitu. Jadi itu saja yang paling penting adalah disesuaikan sama apa yang akan dilakukan," jelasnya.

Hyundai menilai pemerintah sejauh ini telah memberikan berbagai insentif untuk mendorong industri otomotif, seperti tax holiday serta dukungan terhadap peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Kebijakan ini dinilai lebih terarah karena mampu menarik investasi sekaligus memperkuat industri domestik.

Fransiscus menambahkan, relaksasi pajak akan lebih efektif jika dikaitkan dengan masuknya investasi baru, terutama investasi lokal yang dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×