kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Hyundai tanamkan US$ 700 juta untuk investasi tahap awal


Kamis, 21 November 2019 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. Logo Hyundai. Investasi Hyundai di Indonesia ditargetkan tahap awal mencapai US$ 700 juta. REUTERS/Kim Hong-Ji


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi Hyundai di Indonesia ditargetkan tahap awal mencapai US$ 700 juta. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. 

Investasi perusahaan asal Korea tersebut rencananya dilakukan bertahap. "Tahap awal ya sekitar US$ 700 jutaan, bertahap, dua sampai tiga tahun ke depan," ujar Airlangga di kompleks istana kepresidenan, Kamis (21/11).

Baca Juga: Toyota Indonesia akan produksi mobil listrik lima tahun lagi

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Hyundai akan melakukan investasi sekitar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun di Indonesia . Investasi tersebut di bidang mobil listrik. 

Menurut Luhut, Presiden Joko Widodo pun dijadwalkan akan berangkat ke Korea Selatan pada 24 November 2019 untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian yang memastikan Hyundai akan berinvestasi di Indonesia.

Luhut berharap, setelah nanti perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani, investasi tersebut bisa segera direalisasikan.

Ia memastikan, nantinya bahan-bahan untuk mobil listrik yang diproduksi di Indonesia akan dipasok dari Indonesia. Menurut Luhut ia sudah meminta Hyundai untuk menggunakan bahan yang berasal dari Morowali.

Baca Juga: Beri diskon hingga Rp 80 juta, stok Chevrolet Trax semakin menipis

Tak hanya itu, Luhut juga membeberkan bahwa sudah meminta kepada investor yang memproduksi mobil listrik di Indonesia untuk menggunakan karet yang dihasilkan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×