kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

ICP Juni terdongkrak ke US$ 36,68 imbas pemangkasan produksi OPEC+


Selasa, 07 Juli 2020 / 20:39 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Pompa angguk tambang minyak.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan peningkatan Indonesian Crude Price (ICP) Juni 2020 menjadi US$ 36,68 per barel atau meningkat dari angka Mei yang sebesar US$ 25,67 per barel.

Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, peningkatan harga minyak mentah utama internasional ini, antara lain disebabkan kesepakatan OPEC+ untuk melanjutkan pemangkasan produksi dengan angka penurunan sebesar 9,7 juta barrel oil per day (bopd) sampai dengan bulan Juli 2020.

"OPEC+ juga memastikan tingkat kepatuhan para anggotanya dalam mendukung pemangkasan produksi sesuai dengan kuota masing-masing negara," kata Tim Harga dalam keterangan resmi, Selasa (7/7).

Baca Juga: Banggar DPR sepakati asumsi ICP dan lifting minyak dalam RAPBN 2021

Adapun, peningkatan juga terjadi pada ICP SLC sebesar US$ 11,60 per barel, dari US$ 27,44 per barel menjadi US$ 39,04 per barel.

Selain pemangkasan produksi, peningkatan ICP juga didorong oleh penurunan ekspor minyak mentah Rusia pada bulan Juni 2020, mencapai angka terendah dalam 10 tahun terakhir.

Selain itu, IEA (International Energy Agency) melalui laporan bulan Juni 2020, memperkirakan permintaan minyak mentah di tahun 2020 sebesar 91,7 juta bopd. Jumlah ini melebihi ekspektasi pasar yaitu sebesar 500 ribu bopd dibandingkan perkiraan bulan Mei 2020.

IEA menjelaskan, peningkatan merupakan imbas dari tumbuhnya permintaan BBM di beberapa kota besar dunia yang telah kembali mencapai level permintaan di tahun 2019, seiring dengan pelonggaran kebijakan lockdown pada beberapa wilayah di dunia.

Selain itu, Tim Harga mengungkapkan terjadi penurunan volume produksi minyak mentah dari negara-negara Non OPEC di tahun 2020 sebesar 61,8 juta bopd, menurun sebesar 3,8 ribu bopd dibandingkan perkiraan bulan Mei 2020.

Ini sejalan dengan penurunan produksi beberapa negara, seperti Rusia, Oman, Meksiko, Kazakhstan dan Azerbaijan.

"Disampaikan pula bahwa terjadi penurunan penggunaan oil rig di AS sebesar 71% (690 unit) selama tahun 2020, menjadi 279 oil rig, seiring dengan tidak diproduksikannya sumur-sumur minyak akibat rendahnya harga minyak, penurunan permintaan minyak dan keterbatasan tangki penyimpanan minyak mentah," tambah Tim Harga.

Baca Juga: Begini strategi SKK Migas untuk capai target lifting migas tahun depan




TERBARU

[X]
×