kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.863   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.467   17,59   0,27%
  • KOMPAS100 832   1,42   0,17%
  • LQ45 633   1,99   0,31%
  • ISSI 228   0,69   0,30%
  • IDX30 354   1,36   0,38%
  • IDXHIDIV20 430   1,69   0,39%
  • IDX80 95   0,18   0,19%
  • IDXV30 120   0,43   0,36%
  • IDXQ30 112   0,40   0,36%

Transaksi Pasar E-Commerce FMCG, Tapi Bukan Karena Kian Banyak Produk Terjual


Rabu, 19 Agustus 2026 / 08:57 WIB
Transaksi Pasar E-Commerce FMCG, Tapi Bukan Karena Kian Banyak Produk Terjual
ILUSTRASI. Nilai transaksi FMCG di e-commerce Indonesia mencapai Rp 88,4 triliun sepanjang paruh pertama tahun ini (Shutterstock/DOK)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar e-commerce barang konsumen cepat habis atawa fast moving consumer goods (FMCG) Indonesia masih mencatatkan peningkatan pesat di paruh pertama 2026 ini. Kendati begitu, pertumbuhan pasar tersebut bukan ditopang oleh pertumbuhan volume penjualan.

Kondisi ini terlihat dari hasil riset platform intelijen e-commerce Compas.co.id. Menurut laporan FMCG H1 2026 yang dipublikasikan platform tersebut pada Rabu (19/8/2026), nilai transaksi FMCG di e-commerce Indonesia mencapai Rp 88,4 triliun sepanjang paruh pertama tahun ini.

Nilai transaksi di periode tersebut tercatat mengalami pertumbuhan sekitar 29,4% secara tahunan. Ini merupakan pertumbuhan nilai transaksi terbesar sejak 2024. Kendati begitu, pertumbuhan tersebut bukan merupakan efek kenaikan volume penjualan, melainkan lantaran dampak kenaikan harga.

Pertumbuhan harga yang lebih cepat ketimbang pertumbuhan volume penjualan tersebut terjadi di hampir semua kategori FMCG. Di kategori homecare misalnya. Pertumbuhan transaksi di kategori ini mencapai 78,3% secara tahunan di paruh pertama 2026.

Baca Juga: Mobil Nasional Ditargetkan Mengaspal 2028, Apa Saja Tantangannya?

Tetapi, volume penjualan hanya naik 42% secara tahunan di periode yang sama. “Artinya sekitar 46% pertumbuhan nilai berasal dari kenaikan harga rata-rata sebesar 26%,” tulis laporan Compas.co.id, Rabu (19/8/2026).

Kondisi serupa terjadi di kategori food & beverages (F&B). Pertumbuhan nilai transaksi segmen ini mencapai 52% menjadi Rp 20,6 triliun. Tetapi kenaikan volume penjualan tercatat hanya 33%. Artinya, harga rata-rata naik sekitar 15%.

Di kategeori beauty, tercatat harga naik sekitar 6,3%. Kenaikan harga ini berkontribusi sekitar 40% dari total pertumbuhan nilai transaksi kategori ini, yang tumbuh sekitar 21% mencapai Rp 42,9 triliun.

Bahkan di kategori mom & baby, dua produk terbesar di kategori ini, yakni popok dan susu formula, hampir tidak mengalami pertambahan unit sama sekali. Volume penjualan popok cuma naik sekitar 1,1%, sementara penjualan susu formula turun 1,4%. Tapi nilai penjualan kategori ini tetap naik sekitar 19% menjadi Rp 8 triliun.

Baca Juga: Mobil Nasional Ditargetkan Produksi Massal 2028 Didukung Danantara, Ini Tantangannya

"Pasar FMCG online Indonesia tidak tumbuh secara merata. Ada pocket of growth yang sangat spesifik di setiap kategori,” tutur Hanindia Narendrata, CEO Compas.co.id, dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026).

Hanindia menegaskan, pertumbuhan penjualan yang lebih banyak ditopang kenaikan harga ada batasnya. Karena itu, brand yang ingin mencatatkan pertumbuhan sehat ke depan harus bisa mengerek volume penjualan, bukan sekadar menaikkan harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×