kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.864   -23,00   -0,13%
  • IDX 6.413   -36,65   -0,57%
  • KOMPAS100 827   -3,44   -0,41%
  • LQ45 630   -1,46   -0,23%
  • ISSI 226   -1,37   -0,60%
  • IDX30 352   -0,64   -0,18%
  • IDXHIDIV20 428   -0,25   -0,06%
  • IDX80 95   -0,37   -0,39%
  • IDXV30 119   -0,16   -0,14%
  • IDXQ30 112   -0,21   -0,19%

Persaingan Bisnis Makanan dan Minuman Makin Ketat, Pelaku Usaha Perkuat Strategi


Rabu, 19 Agustus 2026 / 09:42 WIB
Persaingan Bisnis Makanan dan Minuman Makin Ketat, Pelaku Usaha Perkuat Strategi
ILUSTRASI. Persaingan bisnis makanan dan minuman (food and beverage/F&B) semakin ketat, seiring pertumbuhan industri. ? (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bisnis makanan dan minuman (food and beverage/F&B) semakin ketat, seiring pertumbuhan industri dan munculnya beragam konsep usaha. Kondisi ini membuat pelaku usaha perlu menyesuaikan strategi dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan konsumen.

CEO Plataran Group Indonesia Yozua Makes mengatakan, bisnis F&B ikut dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat. Karena itu, pelaku usaha perlu melihat kemampuan pasar yang menjadi sasaran sebelum mengembangkan bisnis.

“Seperti layaknya industri lainnya maka industri F&B juga mengalami dinamika pasang surut dari pertumbuhan ekonomi riil maupun kekuatan dan buying response dari pangsa pasar yang ditarget,” ujar Yozua kepada KONTAN, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Hasil Survei: Konsumen Makin Memilih E-Commerce untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-Hari

Meski menghadapi dinamika pasar, Yozua mengatakan Plataran tetap optimistis terhadap pasar Indonesia. Menurutnya, optimisme tersebut perlu diikuti dengan pengelolaan operasional dan keuangan serta pertumbuhan pasar yang terukur.

Sementara itu, Co-Founder & CEO Bobobox Indra Gunawan mengatakan, pertumbuhan industri F&B juga membuat persaingan antar pelaku usaha semakin sengit. Kondisi ini membuat pelaku usaha perlu memiliki pembeda agar produknya tetap menarik bagi konsumen.

Bobobox melihat pengalaman konsumen dapat menjadi salah satu pembeda dalam bisnis makanan dan minuman. Melalui NILAGIRI di Puncak, perusahaan memadukan kuliner Nusantara dengan suasana, lokasi, serta nilai historis bangunan.

“Nilai nostalgia, makanan Indonesia, suasana Puncak, dan ada edukasinya juga. Saya rasa itu menjadi daya tarik yang berbeda dibandingkan F&B yang lainnya,” ujar Indra saat pembukaan NILAGIRI, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Transaksi Pasar E-Commerce FMCG, Tapi Bukan Karena Kian Banyak Produk Terjual

Ke depan, persaingan F&B tidak hanya ditentukan oleh produk makanan. Pelaku usaha juga perlu membaca kondisi pasar, menjaga efisiensi bisnis, serta menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×