kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Ikappi sebut harga cabai meroket akibat data pangan yang tak akurat


Rabu, 12 Juni 2019 / 20:51 WIB


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (Ikappi) meminta pemerintah membuat data produksi pangan yang akurat untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga pangan karena kurangnya pasokan. Seperti saat ini harga pangan, khususnya cabai merah meroket.

Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansuri mengatakan, naiknya sejumlah komoditas pangan saat Lebaran maupun sesudah Lebaran seperti cabai pada saat ini karena pemerintah tidak mempunyai data pasti produksi pertanian dalam negeri. Akibatnya, harga sejumlah komoditas pangan naik ketika pasokan tidak mencukupi kebutuhan nasional. 

“Pemerintah harus agresif untuk memperkuat data. Misalkan berapa jumlah produksi cabai merah pada kuartal ini dan berapa asumsi kebutuhan pada kuartal ini,” kata Mansuri, Rabu (12/6).

Selain itu, ia meminta pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemdag) dan Kementerian Pertanian (Kemtan) dapat memastikan stok aman untuk setiap komoditas pangan seperti cabai dan bawang putih.

"Kalau komoditas pangan produksi dalam negeri harusnya pemerintah melakukan koordinasi yang matang tentang bagaimana menstabilkan harga dan memastikan produksinya aman. Koordinasinya harus diperkuat antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian sehingga tidak ada gejolak harga dan tidak ada persoalan produksi di lapangan,” jelas dia.

Pernyataan Ikappi tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, Kemdag mengakui masih terdapat sejumlah komoditas pangan seperti cabai yang saat ini harganya masih naik karena kurangnya pasokan.

"Cabai merah memang agak sedikit naik ya (harganya), ini saya pelajari dari beberapa waktu, dari H-60 Lebaran sampai H+5 Lebaran kemarin harganya masih stabil tinggi. Saya duga itu karena ada kekurangan pasokan," ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemdag Tjahja Widayanti.

Berdasarkan data Ikappi harga cabai merah besar saat ini mencapai Rp 60.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 50.000 per kg, cabai merah keriting Rp 43.000 per kg dari sebelumnya Rp 40.000 per kg, dan cabai rawit hijau Rp 38.000 per kg dari sebelumnya Rp 35.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×