Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan proyek hilirisasi batubara menjadi Dimetil Eter (DME) sebagai produk substitusi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) telah memasuki tahap finalisasi oleh Danantara.
"DME sekarang lagi difinalisasi oleh Danantara, tapi sudah hampir selesai," kata Bahlil di Istana Negara, Rabu (11/02/2026).
Menurutnya, DME akan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas di sektor energi, terutama sektor mineral dan batubara.
Baca Juga: GPRA Siapkan Capex Rp 200 Miliar Tahun Ini, Fokus Kembangkan Proyek Eksisting
"Pokoknya begini, kita sekarang lagi membangun sebuah strategi yang kemudian bahwa stabilitas dan kepastian investasi pun bisa dilakukan khususnya di sektor mineral batu bara dan oil and gas," tambah Bahlil.
Sebelumnya, persipan proyek DME sebagai salah satu proyek hilirasi batubara telah disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Dony Oskaria.
Ia sempat menyebut groundbreaking atau peletakan batu pertama atas proyek DME akan berlangsung usai Danantara mengumumkan groundbreaking fase satu, yaitu pada Maret 2026.
"Insya allah, mudah-mudahan yang DME akan segera kita announce dalam 1-2 bulan ini, mungkin satu bulan ya, satu bulan ini akan kita announce mengenai groundbreaking untuk DME di Bukit Asam," kata Dony di kantor Danantara Jakarta, Jumat (06/02/2026).
Dony mengatakan bahwa saat ini Danantara masih menentukan teknologi terbaik yang bisa diterapkan pada proyek DME.
"Kami sedang menentukan teknologi yang akan kami pakai, tentunya teknologi yang kita pakai akan menentukan output-nya itu tidak kompetitif dan akhirnya tidak diserap oleh pasar," ungkap Dony.
Selanjutnya: Lewat Pasar Bedug, Paris Baguette Tawarkan Aneka Takjil dan Iftar Cita Rasa Lokal
Menarik Dibaca: Lewat Pasar Bedug, Paris Baguette Tawarkan Aneka Takjil dan Iftar Cita Rasa Lokal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













