kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.005   -3,00   -0,02%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ikatsi nilai industri tekstil Indonesia belum bisa bersaing


Kamis, 31 Oktober 2019 / 00:00 WIB
ILUSTRASI. Industri tekstil dan pakaian jadi


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

"Kami menganggap ini belum mendukung bangkitnya industri tekstil dalam negeri dan tidak sejalan dengan semangat substitusi impor. Kami berharap ini bisa lebih memfasilitasi impor," kata Suharno.

Selain itu, bisa juga dilakukan dengan reformasi asosiasi agar lebih concern pada kepentingan nasional. Dari sisi perizinan pun diharapkan adanya perizinan yang mudah dan penyediaan infrastruktur yang mendukung industri yang kompetitif.

Baca Juga: Industri tekstil dan alas kaki sumbang US$ 19 miliar ekspor nasional

Untuk ke depannya, Suharno juga berharap adanya rebranding industri tekstil dengan menunjukkan bahwa industri ini juga bisa menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM) pun dianggap penting karena SDM merupakan kunci, sehingga perlu adanya pendidikan tinggi di tekstil nasional. Selain itu diharapkan adanya insentif fiskal untuk tenaga kerja.

Dan salah satu yang penting adalah restrukturisasi industri tekstil untuk mengantisipasi revolusi industri 4.0, mengingat saat ini perkembangan teknologi masif terjadi baik di global maupun Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×