kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Industri tekstil dan alas kaki sumbang US$ 19 miliar ekspor nasional


Selasa, 22 Oktober 2019 / 18:06 WIB
Industri tekstil dan alas kaki sumbang US$ 19 miliar ekspor nasional
ILUSTRASI. Sejumlah pekerja meyelesaikan pembuatan pakaian di pabrik garmen PT Citra Abadi Sejati, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9). Pemerintah menargetkan produsen tekstil dan pakaian nasional masuk jajaran lima besar dunia pada 2030 mendatang, sebab industri tekstil

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri tekstil, kulit dan alas kaki merupakan salah satu sektor penyumbang devisa negara yang cukup signifikan, salah satunya melalui capaian nilai ekspor pada tahun 2018 sebesar US$ 18,96 miliar atau berkontribusi hingga 10,52% dari total ekspor nasional.

Selain itu, sektor yang tergolong padat karya tersebut, telah menyerap tenaga kerja sebanyak 4,65 juta orang.

“Industri tekstil, kulit dan alas kaki menjadi sektor yang tertua di Indonesia, yang telah mempunyai struktur yang kuat dari hulu sampai hilir, dan produknya memberikan kontribusi nomor tiga dari seluruh komoditas ekspor kita,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono dalam keterangan resminya, Selasa (22/10).

Baca Juga: Industri manufaktur melemah, konsumsi listrik menurun

Adanya potensi tersebut, membuat Kemenperin memprioritaskan pengembangan daya saing terhadap industri tekstil, kulit dan alas kaki. Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri tekstil dan pakaian dipilih sebagai sektor pionir dalam penerapan industri 4.0 di Tanah Air.

Sekjen Kemenperin menyampaikan, pemerintah saat ini sedang fokus memacu ekspor dari sektor industri manufaktur. Hal ini guna memperkuat struktur perekonomian nasional.

“Saat ini kita punya industri hulu yang menghasilkan polyester dan rayon, yang dapat menopang kebutuhan bahan baku industri tekstil. Ini bisa mengoptimalkan produktivitas dan menjadi lebih kompetitif,” tuturnya.

Baca Juga: Bertemu Jokowi, Airlangga sebut bahas tantangan perekonomian

Guna menggenjot daya saing industri tekstil, kulit dan alas kaki di dalam negeri, Kemenperin juga telah berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Misalnya melalui peluncuran kegiatan pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri serta program Diklat 3 in 1.

“Selain itu, seiring dengan implementasi industri 4.0, kami juga mendorong pelaku industri kita agar dapat memanfaatkan teknologi modern. Karena dengan restrukturisasi mesin dan peralatan, produksi bisa menjadi lebih efisien,” paparnya.

Di samping itu, dalam upaya memperluas akses pasar ke kancah global, Kemenperin telah memfasilitasi sejumlah pelaku industri dalam negeri untuk ikut serta dalam ajang pameran baik yang skala nasional maupun internasional. “Jadi, partisipasi di kegiatan pameran yang bersifat teknis dan masif, juga perlu didukung oleh seluruh stakeholder terkait,” ujarnya.




TERBARU

Close [X]
×