kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Ikut jadi korban, Gapki tepis terlibat pembakaran


Selasa, 25 Juni 2013 / 15:22 WIB
Ikut jadi korban, Gapki tepis terlibat pembakaran
ILUSTRASI. Xiaomi Redmi Note 10 Pro


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), menegaskan, dari empat perusahaan kelapa sawit di Riau yang menjadi anggota Gapki, satu perusahaan menjadi korban kebakaran hutan.

Joko Supriyono, Sekretaris Jenderal Gapki menjelaskan, perusahaan yang menjadi korban kebakaran berasal dari Malaysia. Lokasi perusahaan tersebut berada di Kabupaten Pelalawan, Riau.

"Yang terbakar kebun plasma kelapa sawit. Luas lahannya kurang dari 4 hektare," jelas Joko saat jumpa pers di kantornya, Selasa (25/6).

Sayang, Joko tidak dapat menjelaskan nilai kerugian yang diderita perusahaan tersebut dengan alasan belum mendapat laporan.

Yang jelas, kata dia, dengan terbakarnya salah satu kebun kelapa sawit milik anggota Gapki, hal itu menunjukkan bahwa kebakaran hutan di Riau bukan disebabkan oleh aksi land clearing anggota Gapki. "Mana mungkin kami bakar lahan produktif seperti kebun plasma," ujar Joko.

Menurut Joko, tiga perusahaan anggota Gapki lainnya tidak menemukan titik api di wilayah sekitar perkebunan yang mereka kelola. Namun, Joko mengakui keempat perusahaan anggota Gapki tersebut bagian dari delapan perusahaan yang diinvestigasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×