kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Imbas krisis semikonduktor, produsen gawai Advan rasakan kenaikan harga chipset


Jumat, 21 Mei 2021 / 21:56 WIB
ILUSTRASI. Advan G5 Elite 2021


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen gawai lokal, PT Bangga Teknologi Indonesia menyatakan krisis semikonduktor atau chip yang berlangsung di tingkat global turut mempengaruhi aktivitas produksi gawainya.

Chandra Tansri, CEO PT Bangga Teknologi Indonesia memaparkan jika hal ini terlihat dari kenaikan harga chispet. Namun demikian, pihaknya tidak merinci seberapa besar kenaikan tersebut.

"Krisis tersebut sedikit mempengaruhi, karena menyebabkan kenaikan harga chipset," jelasnya kepada Kontan, Jumat (21/5).

Baca Juga: Terimbas krisis chip global, Zyrex (ZYRX) penuhi bahan baku hingga November 2021

Sebagai informasi, krisis semikonduktor di tingkat global ini tercermin pada melebarnya jeda waktu antara pemesanan dan pengiriman. Berdasarkan temuan riset Susquehanna Financial Group, jarak waktu pemesanan dan pengiriman chip meningkat hingga 17 pekan di bulan April lalu.

Lebih lanjut, selama kuartal I 2021, produsen gawai Advan ini menyatakan bahwa peningkatan penjualan belum terjadi. Pihaknya sendiri masih memproduksi gawai sesuai dengan volume permintaan kebutuhan pasar.

"Tahun ini, kami memperluas jaringan dengan berekspansi secara direct ke reseller dan retailler. Strategi lainnya, tentunya kami menciptakan produk yang pasar butuhkan," tutupnya.

Selanjutnya: Krisis chip di rantai pasok global membayangi industri otomotif Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×