kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

IMOCA Menghimbau Televisi Tak Menyiarkan Kuis SMS Premium


Kamis, 12 Februari 2009 / 10:37 WIB
IMOCA Menghimbau Televisi Tak Menyiarkan Kuis SMS Premium


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Keberatan terhadap siaran kuis short message service (SMS) premium di televisi mulai bergulir. Sebagian masyarakat mulai gerah dengan penayangan kuis lantaran dianggap melanggar etika. Kali ini, penyedia isi yang bergabung dalam Indonesia Mobile Content Provider (IMOCA) sendiri yang menghimbau agar layanan ini tidak mengandung unsur judi, seks, dan kekerasan.

Anggota IMOCA Tjandra Tedja menujukan himbauan ini pada stasiun televisi. Caranya, mereka akan menyiapkan pengaduan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). "Kami tidak bisa serta merta menegur. Ini mekanisme yang bisa ditempuh agar televisi tidak menayangkan kembali kuis SMS yang melanggar etika. Kami berkoordinasi dengan KPI," ungkapnya

Tjandra menambahkan, pihaknya tidak bisa serta merta menindak penyelenggara isi dan pihak yang terlibat dalam program kuis itu. Sebab, tidak semua penyedia isi adalah anggota IMOCA. Saat ini, anggota IMOCA hanya 60 dari 200 penyelenggara isi yang beroperasi.

Tjandra membantah anggota IMOCA terlibat dalam perjanjian siaran kuis SMS dengan televisi. "Penyelenggara isi di televisi bukan anggota kami," ujarnya.

Anggota KPI Bimo Nugroho menegaskan, kuis SMS di televisi jelas melanggar etika. Pelanggarannya adalah tidak adanya pertanggung jawaban pada publik ketika pengirim SMS menang. "Misalnya, Anda menang, tapi tidak pernah tahu kapan akan dapat hadiah," ungkapnya. Selain itu, kuis ini menggiring masyarakat hidup boros.

KPI juga akan bekerjasama dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memperketat pengawasan. "Minggu depan, kami akan bertemu," kata Bimo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×