kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Impor daging dari AS banyak dalam bentuk jeroan


Kamis, 26 April 2012 / 12:26 WIB
ILUSTRASI. Nasabah mengamati produk asuransi yang ditawarkan melalui kanal digital Di jakarta/pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Larangan impor daging sapi dari Amerika Serikat (AS) oleh pemerintah mendapat sambutan baik dari Teguh Budiyana, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI).

Menurut teguh, alasan pemerintah menghentikan impor daging itu mengacu pada temuan penyakit sapi gila pada sejumlah sapi di Negeri Uwak Sam tersebut.

Dampak dari penghentian impor daging dari AS tersebut juga tidak berpengaruh bagi kebutuhan daging sapi di Indonesia. “Jumlah impor dari AS sedikit, dan itu kebanyakan dalam bentuk jeroan,” kata Teguh saat dihubungi KONTAN, hari ini (26/4).

Sementara itu, Wakil menteri Pertanian, Rusman Heriawan belum menyebutkan batas waktu penghentian impor daing dari AS tersebut. Ia mengakui, jumlah daging sapi dari Amerika Serikat sangat kecil sehingga tidak mempengaruhi pasokan daging di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×