kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Impor daging dari AS banyak dalam bentuk jeroan


Kamis, 26 April 2012 / 12:26 WIB
ILUSTRASI. Nasabah mengamati produk asuransi yang ditawarkan melalui kanal digital Di jakarta/pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Larangan impor daging sapi dari Amerika Serikat (AS) oleh pemerintah mendapat sambutan baik dari Teguh Budiyana, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI).

Menurut teguh, alasan pemerintah menghentikan impor daging itu mengacu pada temuan penyakit sapi gila pada sejumlah sapi di Negeri Uwak Sam tersebut.

Dampak dari penghentian impor daging dari AS tersebut juga tidak berpengaruh bagi kebutuhan daging sapi di Indonesia. “Jumlah impor dari AS sedikit, dan itu kebanyakan dalam bentuk jeroan,” kata Teguh saat dihubungi KONTAN, hari ini (26/4).

Sementara itu, Wakil menteri Pertanian, Rusman Heriawan belum menyebutkan batas waktu penghentian impor daing dari AS tersebut. Ia mengakui, jumlah daging sapi dari Amerika Serikat sangat kecil sehingga tidak mempengaruhi pasokan daging di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×