kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Impor gula belum terealisasi, gula rafinasi terancam merembes


Jumat, 26 November 2010 / 16:31 WIB
ILUSTRASI. PT Petrosea Tbk


Reporter: Asnil Bambani Amri

JAKARTA. Masalah pergulaan di dalam negeri ternyata semakin rumit. Importir Terdaftar gula yang mendapatkan izin dan alokasi belum mengumumkan waktu importasi gula kristal putih yang di alokasikan sebanyak 450.000 ton. Jika belum ada importasi, maka dikhawatirkan harga gula didalam negeri akan mengalami kenaikan karena terbatasnya pasokan gula. Jika gula berada di harga tinggi, akan ada ancaman merembesnya gula rafinasi.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemdag) menjelaskan, jika terjadi peredaran gula rafinasi maka aturannya sudah jelas dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan daerah akan menindaklanjutinya.

"Jika ditemukan di toko, maka akan dicari pemasoknya sampai dengan industrinya," kata Subagyo yang ditemui di Jakarta, Jumat (26/11), usai menunaikan Shalat Jumat itu.

Menurutnya, ancaman rembesan gula itu terberat akan dialami oleh industrinya. "Seperti tahun lalu, jumlah izin impor raw sugar (gula mentah) nya di kurangi," jawan Subagyo yang mengenakan kemeja batik biru muda itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×