kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Impor sapi dibatasi, industri pengolahan daging menjerit


Rabu, 11 Januari 2012 / 18:42 WIB
ILUSTRASI. Simak 7 karakter anime Attack on Titan yang harus kalian kenali,


Reporter: Bernadette Christina Munthe | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Keputusan pemerintah untuk memangkas kuota impor daging sapi tahun ini dikhawatirkan mengguncang bisnis sektor peternakan dari hulu sampai hilir, dari penggemukan sampai pengolahan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Tetap Agribisnis Peternakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Juan Permata Adoe.

Juan mengatakan, perputaran uang dari industri terkait penggemukan sapi sampai dengan pengolahan dan distribusi mencapai Rp Rp 35 triliun per tahun. Oleh karena itu, Juan berharap agar pemerintah mengkaji ulang pemangkasan kuota impor sapi itu.

Ia bilang, gangguan impor sapi bakalan yang pernah terjadi tahun 2011, membuat kinerja pabrik pengolahan daging miliknya terganggu. "Daging lokal ada masalah dengan standar," terang Juan kepada KONTAN, di Jakarta (11/1)

Lebih detail, Presiden Direktur PT Bina Mentari Tunggal itu menjelaskan, produksi produk olahan dagingnya terganggu karena kekurangan bahan baku daging impor. Saat itu, produktifitas produksi perusahaan milik Juan itu turun 40% menjadi 3.000 ton dari produksi normal 5.000 ton. "Tahun ini saya bertahan produksi 3.000 ton sudah bagus karena akan ada masalah bahan baku," terang Juan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×